Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

WHO Deklarasikan Wabah Virus Marburg di Ghana

Kasus pertama virus Marburg adalah laki-laki berusia 26 tahun yang masuk rumah sakit pada 26 Juni dan meninggal pada 27 Juni. Kasus kedua adalah laki-laki berusia 51 tahun yang masuk rumah sakit pada 28 Juni dan meninggal pada hari yang sama.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 18 Juli 2022  |  11:48 WIB
WHO Deklarasikan Wabah Virus Marburg di Ghana
virus Marburg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia telah mengumumkan wabah pertama virus Marburg di Ghana setelah laboratorium mengkonfirmasi infeksi tersebut positf dalam dua kasus yang diumumkan awal bulan ini.

Penyakit itu, disebabkan oleh virus yang sangat menular dalam keluarga yang sama dengan Ebola. Penularannya disebarkan ke manusia melalui kelelawar buah dan ditularkan di antara orang-orang melalui kontak langsung dengan cairan tubuh orang dan permukaan yang terinfeksi, kata WHO dilansir dari Global News.

Analisis awal sampel dari dua pasien dari wilayah Ashanti selatan Ghana itu, keduanya meninggal dunia.

Laporan dari Institute Pasteur di Dakar, Senegal kemudian dicek oleh Laboratorium badan kesehatan PBB yang menguatkan hasil dari Noguchi Memorial Institute for Medical Research di Ghana tersebut.

Kasus pertama adalah laki-laki berusia 26 tahun yang masuk rumah sakit pada 26 Juni dan meninggal pada 27 Juni. Kasus kedua adalah laki-laki berusia 51 tahun yang masuk rumah sakit pada 28 Juni dan meninggal pada hari yang sama.

Kedua korban itu dirawat di rumah sakit yang sama.

“Otoritas kesehatan telah merespons dengan cepat, mulai bersiap untuk kemungkinan wabah,” kata Direktur Regional WHO untuk Afrika Dr. Matshidiso Moeti.

WHO menyatakan tanpa tindakan segera dan tegas, Marburg bisa dengan mudah lepas kendali dan kini WHO memantau kondisi tersebut setelah wabah diumumkan, dengan mengumpulkan lebih banyak sumber daya untuk tanggapan.

Dari dua korban meninggal dunia, berdasarkan data ada lebih dari 90 kontak, termasuk petugas kesehatan dan anggota masyarakat, telah diidentifikasi dan sedang dipantau.

Marburg berpotensi sangat berbahaya dan mematikan: Tingkat kematian kasus dalam wabah di masa lalu berkisar antara 24% hingga 88%.

Wabah ini menandai kedua kalinya penyakit itu terdeteksi di Afrika Barat, setelah Guinea mengkonfirmasi satu kasus yang terdeteksi pada Agustus, menurut WHO. Wabah di Guinea diumumkan lebih dari lima minggu kemudian.

Wabah Marburg sebelumnya dan kasus individu telah muncul di Angola, Kongo, Kenya, Afrika Selatan dan Uganda, kata WHO.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus marburg who ghana
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top