Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyebab dan Gejala Penyempitan Sumsum Tulang Belakang yang Dialami Ruben Onsu

Berikut tujuh fakta menarik mengenai penyempitan tulang belakang atau biasa disebut stenosis spinal, dilansir dari Healthgrades
Intan Riskina Ichsan
Intan Riskina Ichsan - Bisnis.com 27 Juli 2022  |  14:08 WIB
Penyebab dan Gejala Penyempitan Sumsum Tulang Belakang yang Dialami Ruben Onsu
Penyempitan sumsum tulang belakang
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Presenter Ruben Onsu dikabarkan mengalami penyempitan sumsum tulang belakang yang membuatnya beberapa kali harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Penyakit ini merupakan penyebab umum dari nyeri punggung dan leher.

Ditandai dengan penyempitan ruang normal yang memanjang sepanjang tulang belakang, setiap penyempitan dapat menyebabkan kompresi saraf dan pada akhirnya menimbulkan rasa sakit dan disfungsi.

Berikut tujuh fakta menarik mengenai penyempitan tulang belakang atau biasa disebut stenosis spinal, dilansir dari Healthgrades:

1. Umum Terjadi Pada Orang di Atas Usia 50 tahun

Tulang-tulang belakang membuat saluran untuk sumsum tulang belakang, kumpulan saraf kompleks yang menghubungkan otak ke seluruh tubuh. Seiring bertambahnya usia, saluran ini sering menyempit karena keausan selama bertahun-tahun. Sebagian besar terjadi pada orang yang berusia lebih dari 50 tahun, namun orang yang lebih muda yang menderita cedera tulang belakang juga dapat mengalami penyakit ini.

2. Ada Dua Jenis Penyempitan Tulang belakang

Tulang belakang memanjang dari dasar tengkorak ke tulang ekor Anda. Jika Anda mengalami penyempitan kanal tulang belakang di daerah leher, Anda mengalami stenosis tulang belakang leher. Jika area yang menyempit terletak di daerah punggung bawah, Anda menderita stenosis tulang belakang lumbar. Gejala tergantung pada saraf mana yang terjepit atau tertekan.

3. Tidak Ada Obatnya

Stenosis spinal adalah kondisi progresif, seperti radang sendi. Tanpa pengobatan, kanal tulang belakang akan terus menyempit seiring waktu dan gejalanya bisa menjadi lebih parah. Namun, banyak orang mengalami penyempitan tulang belakang dan tidak mengalami gejala. Perawatan medis dan bedah dapat mengurangi gejalanya dan meningkatkan fungsi.

4. Olahraga Dapat Memperbaiki Gejalanya

Olahraga tidak dapat memperbaiki penyempitan tulang belakang, tetapi dapat mengurangi rasa sakit dan meningkatkan fungsinya. Membangun otot-otot lengan dan kaki dapat menghasilkan peningkatan keseimbangan dan mobilitas. Penguatan otot-otot punggung, perut dan bokong akan memberikan dukungan tambahan pada tulang belakang yang dapat mengurangi rasa sakit.

5. Pembedahan Merupakan Andalan Pengobatan Stenosis Spinal

Diperkirakan 20% orang dengan penyempitan tulang belakang membaik secara substansial tanpa operasi. Jika gejala Anda ringan, Anda tidak perlu segera dioperasi. Olahraga dan obat pereda nyeri yang dijual bebas cukup untuk mengendalikan ketidaknyamanan Anda. Jika pengobatan tidak dapat mengendalikan gejala secara memadai, pembedahan dapat membantu.

6. Operasi Disesuaikan dengan Pasien

Dokter menggunakan berbagai jenis operasi, termasuk laminektomi, laminoplasti, foraminotomi, dan fusi tulang belakang untuk mengobati stenosis spinal. Jenis operasi yang direkomendasikan ahli bedah tulang belakang tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan penyempitan tulang belakang, serta kesehatan dan preferensi pasien secara keseluruhan dan pengalaman dokter.

7.  Pemulihan Berlanjut Berbulan-bulan Setelah Operasi

Sebagian besar pasien mengalami peningkatan gejala yang signifikan setelah operasi. Namun, pemulihan penuh bisa memakan waktu berbulan-bulan. Sebuah tinjauan tahun 2017 terhadap lebih dari 60 studi klinis menemukan bahwa pasien melaporkan pengurangan substansial dalam rasa sakit dan kecacatan dalam tiga bulan pertama setelah operasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

artis tulang belakang langka
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top