Pelajar SMA Kembangkan Tas dari Serat Kain hasil Daur Ulang Limbah Daun Nanas
Relationship

Pelajar SMA Kembangkan Tas dari Serat Kain hasil Daur Ulang Limbah Daun Nanas

Mia Chitra Dinisari
Selasa, 16 Agustus 2022 - 17:03
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Enam pelajar SMAN 81 Jakarta akan mengembangkan usaha kecil rintisan mereka yang menjual kreasi paket menyulam dan tas jinjing yang terbuat dari serat kain hasil daur ulang limbah daun nanas.

Usaha rintisan itu disebut sebagai Covarsi.

Covarsi bertujuan untuk menangani isu masifnya limbah daun nanas di wilayah Desa Cijoged, Subang, sekaligus memberikan dampak ekonomi dengan memberdayakan masyarakat setempat sebagai pengrajin produk mereka.

Dalam pengembangan usaha rintisan itu, mereka akan mendapatkan pendanaan sebesar US$3.000 dan akan mendapat bimbingan intensif selama enam bulan untuk merealisasikan solusi yang diciptakan, dari Program yang digagas BASF Indonesia (BASF) dengan Prestasi Junior Indonesia (PJI) Young Voices for a Sustainable Future – Innovation Challenge for a Just Transition.

Davina Andari Putri, salah satu anggota Tim Covarsi dari SMAN 81 Jakarta menyampaikan, penghargaan ini memotivasi kami untuk terus melanjutkan upaya kami dan bahkan melipatgandakan dampak dari gagasan yang telah dijalankan sejak tahun lalu.

"Kami berharap semakin banyak anak muda yang terinspirasi dan berani mewujudkan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan bersama-sama. Kami berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami ini.” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Selanjutnya, Tim Covarsi dari SMAN 81 Jakarta juga akan fokus mempersiapkan diri untuk menjadi perwakilan Indonesia dalam ajang Global Virtual Exchange yang diadakan oleh BASF bersama Junior Achievement Worldwide (induk organisasi Prestasi Junior Indonesia) pada bulan November mendatang.

Mereka akan berhadapan dengan tim dari tujuh negara lainnya, meliputi Uganda, Nigeria, Yunani, Hungaria, Vietnam, Brazil, dan Meksiko. Selama periode program, sukarelawan dari BASF terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan pendampingan untuk berbagi pengalaman dan inspirasi kepada para peserta.

Dewan juri, Young Voices for a Sustainable Future – Innovation Challenge for a Just Transition menilai ide enam pelajar itu mampu berkontribusi secara efektif terhadap penanganan perubahan iklim sekaligus menerapkan konsep ekonomi berkelanjutan.

Ke enam pelajar itu berhasil mengalahkan 323 kandidat pelajar dari 35 SMA/SMK dan 3 perguruan tinggi di 20 kota/kabupaten di Indonesia lainnya.

Program ini merupakan tantangan untuk mengembangkan solusi inovatif yang berpotensi membantu mengatasi beberapa tantangan global saat ini, khususnya yang disebabkan oleh perubahan iklim dan transisi yang adil menuju ekonomi dan masyarakat yang berkelanjutan.

Inisiatif ini merupakan bagian dari proyek keterlibatan masyarakat global BASF, dan diadakan di delapan negara termasuk Indonesia, Uganda, Nigeria, Yunani, Hongaria, Vietnam, Brasil, dan Meksiko dalam kemitraan dengan Junior Achievement, sebuah LSM global.

Presiden Direktur BASF Indonesia, Agus Ciputra mengatakan, satu dari lima orang Indonesia berasal dari generasi muda, berusia antara 15-24 tahun.

"Melalui kompetisi ini, BASF mendorong generasi muda Indonesia untuk menyuarakan gagasan dan memainkan peran sentral dalam membangun masa depan yang berkelanjutan. Dengan memfasilitasi keterlibatan generasi muda dalam mengatasi tantangan global seperti perubahan iklim, kami percaya ini akan menjadi landasan yang akan memberi mereka kesempatan, sumber daya, dan kepercayaan diri untuk berkontribusi pada komunitas dan dunia yang lebih baik di masa depan.”

 

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro