Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hindari Obesitas, Ini Cara Menghitung Berat Badan Berdasarkan Usia

Obesitas adalah penumpukan lemak yang berlebih, yang disebabkan oleh ketidakseimbangan asupan energi dengan energi yang digunakan dalam waktu yang cukup lama.
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 22 Agustus 2022  |  11:20 WIB
Hindari Obesitas, Ini Cara Menghitung Berat Badan Berdasarkan Usia
Obesitas/Bisnis - Yayus Yuswoprihanto
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kelebihan berat badan merupakan masalah kesehatan yang kerap ditemui di Indonesia. Kemenkes mengungkap, satu dari tiga orang dewasa di Indonesia mengalami obesitas.

Obesitas adalah penumpukan lemak yang berlebih, yang disebabkan oleh ketidakseimbangan asupan energi dengan energi yang digunakan dalam waktu yang cukup lama. Salah satu penyebab obesitas selain pola makan dan faktor genetik adalah kurangnya aktivitas fisik.

Dampak dari obesitas untuk kesehatan sangatlah berbahaya, bisa memicu terkena penyakit serius, seperti asma, pembentukkan batu empedu, gangguan menstruasi, berbagai macam kanker, stroke, penyakit jantung, diabetes, sebabkan gangguan infertilitas dan masih banyak lagi kondisi serius yang bisa disebabkan oleh obesitas.

Untuk menghindari obesitas, sebelumnya perlu diketahui berat badan sesuai usia, berikut cara menghitung berat badan normal menurut kemenkes:

Indeks massa tubuh adalah indeks sederhana dari berat badan terhadap tinggi badan yang digunakan untuk mengklasifikasikan kelebihan berat badan dan obesitas pada orang dewasa.

Rumus penentuan IMT:

IMT= berat badan dibagi tinggi badan dalam satuan meter yang sudah dikalikan tinggi badan dalam satuan meter

Dengan ketentuan menurut pedoman gizi seimbang, jika hasil menunjukkan angka kurang dari 17, maka termasuk sangat kurus, angka 17 hingga kurang dari 18,5 terbilang kurus, 18,5 hingga 25,0 termasuk normal, diatas 25 hingga 27 terbilang gemuk, dan lebih dari 27 termasuk obesitas.

Sebagai contoh, seseorang memiliki berat 54 kg dengan tinggi badan 160 cm. Pertama ubah terlebih dahulu satuan tinggi badan dari cm menjadi m. 160 cm = 1,6 m. Lalu kalikan dengan bilangan yang sama. 1,6 x 1,6 = 2,56. Bilangan ini kemudian akan menjadi pembagi angka berat badan. Seperti berikut:

54 : 2,56 = 21, 09 

Merujuk pada pedoman gizi seimbang, angka ini termasuk dalam kategori normal. Selain itu, orang disebut memiliki obesitas sentral jika punyai lingkar perut lebih dari 90 cm untuk pria dan 80cm untuk wanita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obesitas Gejala Penyakit
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top