telur retak
Health

Amankah Konsumsi Telur Retak?

Widya Islamiati
Senin, 29 Agustus 2022 - 20:22
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Saat harga telur terus meroket, banyak orang kemudian mencari cara bagaimana caranya tetap dapat mengonsumsi sumber protein hewani yang relatif terjangkau jika dibandingkan dengan daging-dagingan ini.

Terlebih para pedagang yang menjajakan berbagai olahan telur, pasti sangat memutar otak untuk tetap dapat memproduksi dagangannya.

Salah satu hal yang biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesia saat harga telur naik adalah dengan membeli telur yang sudah retak. Masyarakat menganggap telur retak masih bisa dikonsumsi, sebab retakannya tidak mengubah isi dalam telur.

Telur yang sudah retak ini biasanya dijual di warung-warung sekitar pemukiman. Retakan pada telur ini bisa terjadi saat pengangkutan ataupun penyimpanan oleh pedagang. Hal ini kemudian menyebabkan harga telur retak ini menjadi lebih rendah dibanding yang utuh.

Biasanya, pedagang hanya menjajakan telur retak yang mereka anggap masih layak konsumsi dan retakannya dinilai tak banyak. Kendati demikian, apakah telur retak aman dikonsumsi atau justru berbahaya dan rentan penyakit?

Berikut penjelasan tentang telur retak berdasarkan informasi dari laman RSUP dr. Soedradji Tirtonegoro.

Asupan makanan bergizi memang dibutuhkan oleh tubuh agar dapat menunjang produktivitas, serta untuk tumbuh dan berkembang. Selain niai gizi, hal yang harus diperhatikan saat mengonsumsi makanan adalah kualitas. Kualitas ini mencakup apakah makanan dengan kandungan gizi tersebut sudah terkontaminasi atau tidak.

Kontaminasi makanan adalah salah satu sebab timbulnya penyakit-penyakit tertentu yang bersumber dari makanan. Kontaminasi bisa terjadi dalam semua aspek pengolahan, dari awal bahan makanan dipanen hingga sampai di dapur rumah tangga dan dimasak untuk diolah menjadi makanan.

Sama halnya dengan telur retak yang sudah mengalami penurunan kualitas secara fisik. Sudah menjadi hal yang umum memang, jika telur mengalami keretakan, karena sebanyak 13 hingga 20% telur dari kandang hingga ke tangan konsumen mengalami keretakan.

Telur retak yang putih telurnya berubah menjadi kehijau-hijauan dan mengeluarkan bau tidak sedap, dilarang dikonsumsi. Tapi bukan berarti telur retak yang tidak punyai ciri-ciri tadi diperbolehkan untuk dikonsumsi, sebab telur retak sudah kehilangan perlindungan alamiahnya. Sehingga telur akan rusak.

Berikut faktor yang membuat telur retak berbahaya untuk dikonsumsi:

●     Retakan pada telur dapat mempermudah bakteri masuk: Retakan yang terjadi lebih dari tiga jam yang lalu membuat telur tidak dapat dikonsumsi, sebab sudah bakteri dalam cangkang luar diperkirakan sudah masuk.

●     Cangkang telur memang tidak higienis: Dari saat pemanenan hingga sampai ke dijajakan di warung ataupun di pasar, telur tidak pernah dicuci, sehingga cangkang telur tidak higienis.

●     Protein di dalam telur sudah hilang: Meskipun telur retak dimasak hingga bakteri yang masuk mati, namun hal tersebut tetap sia-sia, sebab protein dalam telur sudah hilang. Selain itu, aroma telur sudah berubah menjadi tidak sedap, dan kandungan gizinya juga menjadi nihil.

 

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro