Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cara Skrining Awal Leukemia Menurut Prof. Zubairi Djoerban

Cara mengetahui risiko leukimia adalah dengan melakukan skrining awal dengan cara berikut ini
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 08 September 2022  |  11:35 WIB
Cara Skrining Awal Leukemia Menurut Prof. Zubairi Djoerban
Bocah penderita leukimia - istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Apa jadinya jika sel darah dalam tubuh tidak berjumlah normal? Hal ini tentu akan mempengaruhi fungsi tubuh dan kesehatannya. Hal ini terjadi pada penderita Leukemia.

Menurut Clevelandclinic, leukimia merupakan penyakit kanker darah. Penyakit ini ditandai dengan adanya pertumbuhan sel darah dalam sumsum tulang secara tidak normal dan cepat. Pada sumsum tulang inilah tempat dibuatnya sebagian besar sel darah dalam tubuh manusia dibuat.

Penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak, meskipun orang dewasa juga bisa punyai penyakit ini. Leukemia juga bukan penyakit yang bisa diketahui melalui CT scan ataupun sinar-X. Hal ini dikarenakan leukemia tidak seperti jenis kanker lain yang membentuk massa atau tumor yang muncul saat melakukan CT scan atau sinar-X.

Dokter spesialis penyakit dalam subspesialisasi hematologi onkologi medik, Profesor Zubairi Djoerban membagikan informasi tentang bagaimana skrining awal leukemia, dalam laman Instagramnya @profesorzubairi.

Menurutnya skrining awal penyakit kanker darah, leukimia tergantung dengan gejala yang dikeluhkan oleh pasien.

"Misalnya perut besar itu biasanya pada pembesaran limpa pada leukemia mielositik kronik, kemudian ada pasien yang datang dengan panas tinggi, ada pendarahan, ini biasanya ditemukan pada leukemia akut," papar Prof Zubairi.

Sebelum menjelaskan pemeriksaan tahap selanjutnya, Prof Zubairi terlebih dahulu menerangkan bahwa dalam tubuh terdapat beberapa jenis sel darah. Hal ini dikarenakan pemeriksaan selanjutnya melibatkan pemeriksaan darah.

Dalam tubuh, terdapat sel darah merah atau eritrosit, sel darah putih yang biasa disebut leukosit serta sel darah pembeku atau trombosit.

Fungsi eritrosit adalah membawa oksigen serta bahan vital ke semua jaringan juga organ tubuh. Sedangkan leukosit memiliki peran untuk melawan infeksi, dan sesuai namanya, sel darah pembeku berfungsi untuk membantu pembekuan darah.

Lalu pemeriksaan selanjutnya dilakukan untuk mengetahui jumlah sel darah putih ataupun sel darah merah pada pasien.

"Sel darah putih kalau yang leukemia kronik itu banyak banget di atas 50.000 (sel darah), kadang kadang sampai ratusan ribu, temuan pertama itu skriningnya," lanjut Ketua Satuan Tugas Covid-19 IDI tersebut.

Leukemia jenis ini, terjadi kadangkala karena sel-sel darah putih atau leukemia belum matang. Dibandingkan dengan jenis leukemia akut, jenis ini tidak berkembang terlalu cepat. Bahkan, seringkali penderita penyakit ini tidak merasakan gejala selama bertahun-tahun.

"Kalau leukemia akut itu kadang-kadang leukositnya tinggi ketua satuan tugas Covid-19 IDI kadang-kadang bisa kurang dari normal, hanya pada leukemia akut ditemukan sel darah putih muda namanya mieloblas atau limfoblas," pungkas Prof. Zubaidi.

Leukemia akut merupakan kanker darah yang terjadi pada saat sel-sel leukemia, berkembang dengan cepat. Kanker darah jenis ini merupakan jenis yang seringkali terjadi pada anak-anak dan mengancam jiwa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Leukimia Akut kanker Gejala Penyakit
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top