Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Apa Aspartame dalam Minuman Kemasan yang dirumorkan Sebabkan Pengerasan Otak

Kabar hoax beredar tekait kijuman kemasan yang bisa menyebabkan pengerasan otak, berikut penjelasannya.
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 03 November 2022  |  12:16 WIB
Apa Aspartame dalam Minuman Kemasan yang dirumorkan Sebabkan Pengerasan Otak
Ilustrasi sakit kepala akibat gejala pendarahan otak
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Baru-baru ini beredar pesan berantai yang memberikan informasi bahwa Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah mengeluarkan list minuman kemasan yang dapat menyebabkan pengerasan otak (kanker otak), Diabetes, dan Pengerasan sumsum tulang belakang.

Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui laman Kominfo telah mengonfirmasi bahwa pesan tersebut sudah dipastikan tidak benar, atau hoax. 

Selain itu, dokter yang kerap membagikan ilmu seputar medis di TikTok, dr. Farhan Zubedi juga turut mengomentari isi pesan yang mencatut Dr. Ismuhadi ini.

dr. Farhan mengungkap, pesan ini merupakan salah satu bentuk pesan yang menakut-nakuti atau fear mongering. Karena menurutnya aspartame tidak semenakutkan seperti apa yang terkandung dalam Pesan tersebut.

Apa Itu aspartame?

"Aspartame itu pemanis buatan berkalori rendah, 200 kali lebih manis daripada gula, tapi hanya sedikit yang digunakan dalam makanan dan juga minuman untuk mendapatkan manis yang sama dengan gula" tutur dr. Farhan dalam video di akun TikToknya. 

Legalkah penggunaan aspartame dalam makanan dan minuman?

Lebih lanjut, dr. Farhan juga menjelaskan bahwa penggunaan aspartame ini telah diatur oleh banyak organisasi kesehatan, seperti BPOM RI, WHO, FDA Amerika Serikat, EFSA Eropa, Health Canada, FS Australia New Zealand, serta FSA United Kingdom. 

Berapa batas konsumsi dalam sehari?

Konsumsi harian aspartame yang diperbolehkan berdasarkan BPOM adalah sebanyak 600 mg/kg produk, sedangkan menurut FDA sebanyak 50 mg/kgBB.

"Jadi kalo misalnya berat badan kami 68 kg, kamu hanya butuh mengkonsumsi 18 kaleng soda, atau 92 sachet pemanis berkalori rendah, dan itu per hari," jelas dr. Farhan.

Jika mengonsumsi aspartame lebih dari batas konsumsinya, menurut dr. Farhan barulah efek samping dalam pesan tersebut bisa jadi muncul.

dr. Farhan menuturkan, menjaga konsumsi gula dan pemanis buatan memang dianjurkan, tetapi tidak dengan cara yang menakut-nakuti seperti pesan tersebut.

Berikut isi pesan singkat hoax tentang minuman yang bisa menyebabkan pengerasan otak:

*WARNING*

Tolong disebar luas kan 

Mohon ijin info Ikatan Dokter Indonesia (IDI), menginformasikan bahwa saat ini sedang ada wabah  Pengerasan Otak (Kanker Otak), Diabetes dan Pengerasan Sumsum Tulang Belakang (Mematikan sumsum tulang belakang).

Untuk itu, hindarilah minuman sbb:

1. Extra Joss,

2. M-150,

3. Kopi Susu Gelas (Granita),

4. Kiranti,

5. Krating Daeng,

6. Hemaviton,

7. Neo Hemaviton,

8. Marimas,

9. Segar Sari shachet,

10. Frutillo,

11. Pop Ice,

12. Segar Dingin Vit. C,

13. Okky Jelly Drink,

14. Inaco,

15. Gatorade,

16. Nabati,

17. Adem Sari,

18. Naturade Gold,

19. Aqua Splash Fruit. 

Karena ke-19 minuman tsb mengandung ASPARTAME (lebih keras dr biang gula) racun yg menyebabkan diabetes, otak, dan mematikan sumsum tulang.

 

Info:

RS Fatmawati , RSCM ,  RS Siloam , All RS 

Nara sumber :

Dr. H. Ismuhadi, MPH

Mohon dishare, sayangi keluarga anda.sekedar berbagi.." SEMOGA BERMANFA'AT BAGI KITA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minuman kemasan industri kemasan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top