Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bukan Cuma Kurang Tidur, Cek Penyebab Mata Panda Lainnya

Kebiasaan sehari-hari juga dapat memicu munculnya mata panda selain kurangnya waktu tidur.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 07 November 2022  |  02:50 WIB
Bukan Cuma Kurang Tidur, Cek Penyebab Mata Panda Lainnya
Ilustrasi wanita tidur nyenyak - Freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Mata panda atau hiperpigmentasi periorbital dapat dipicu oleh faktor lain selain kurang tidur.

Mata panda yang berbentuk lingkaran hitam di bawah mata yang dapat mengganggu penampilan. Banyak yang mengira kurang tidur menjadi satu-satunya faktor pemicu.

Dilansir dari Tempo.co Senin (7/11/2022), mata panda dapat dipicu oleh beberapa faktor seperti kurang tidur, tidak membersihkan make up mata, dehidrasi, terlalu sering mengosok mata, paparan sinar matahari, mencucui wajah dengan air panas, dan membersihkan riasan mata terlalu kasar.

Berdasarkan publikasi Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (juke.kedokteran.unila.ac.id) ada beberapa etiologi atau penyebab dari hiperpigmentasi periorbital atau mata panda:

1.Genetik

Hiperpigmentasi periorbital dianggap memiliki dasar genetik. Banyak yang mengakui bahwa warna gelap area sekitar mata mulai terjadi sejak masa kanak-kanak dan meningkat seiring pertambahan usia. Kondisi stress juga buat perubahan pigmen area mata semakin parah.

2.Hiperpigmentasi Pascainflamasi

Pigmentasi yang berlebihan juga dapat disebabkan akibat pascainflamasi seperti atopik, dermatitis kontak alergi. Hiperpigmentasi periorbital dapat terjadi karena menggosok dan menggaruk kulit di sekitar mata sehingga mengakibatkan akumulasi cairan karena alergi seperti pada kasus dermatitis atopik dan dermatitis kontak alergi.

3.Lokasi Pembuluh Darah yang Superfisial

Lokasi pembuluh darah dan kulit tipis yang melapisi otot orbicularis oculi di bawah mata merupakan penyebab lain dari hiperpigmentasi periorbital. Kondisi ini biasanya melibatkan seluruh kelopak mata bawah yang menampilkan warna ungu karena pembuluh darah yang menonjol dan kulit yang tipis.

4. Lingkungan

Radiasi ultraviolet memperburuk hiperpigmentasi periorbital dan beberapa faktor gaya hidup kurang tidur, stres, terlalu sering menggunakan alkohol, dan merokok.

Dalam suatu penelitian, 50% pasien pengidap mata panda dikaitkan dengan anemia kekurangan zat besi. Sebebnya  karena cakupan oksigen tidak mencapai jaringan periorbital atau karena wajah pucat sehingga daerah periorbital terlihat relatif lebih gelap.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tidur kesehatan

Sumber : Tempo.co

Editor : M. Nurhadi Pratomo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top