Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ini Kelompok Orang Dewasa yang Berisiko Terinfeksi Pneumonia atau Radang Paru

Siapa saja kelompok orang dewasa yang paling rentan kena pneumonia? ini jawabannya.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 13 November 2022  |  21:05 WIB
Ini Kelompok Orang Dewasa yang Berisiko Terinfeksi Pneumonia atau Radang Paru
Vaksin pneumonia
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Banyak masyarakat yang masih belum memahami bahaya pneumonia atau penyakit radang paru. Apalagi adanya anggapan bahwa penyakit yang juga dikenal sebagai paru-paru basah ini hanya menyerang balita dan lansia.

Padahal siapa saja, kapan saja, dan dimana saja bisa terinfeksi penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri streptococcus pneumoniae, termasuk para pekerja yang berada dalam usia produktif.

dr. Allen Widysanto, SpP, Pulmonologist – Spesialis Paru dari Rumah Sakit Siloam menjelaskan bahwa gejala pneumonia dapat berupa nyeri dada saat bernafas atau batuk; batuk yang dapat menghasilkan dahak; kelelahan; demam, berkeringat dan menggigil kedinginan; mual, muntah; dan sesak nafas.

Adapun faktor risiko penyebab pneumonia komunitas pada dewasa dapat disebabkan oleh kondisi seperti orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun karena kehamilan.

Termasuk para penderita HIV, penggunaan steroid atau obat-obatan kanker, atau orang dengan penyakit penyerta termasuk asma, diabetes, gagal jantung, penyakit liver, ginjal, stroke, luka di kepala, demensia.

"Para pekerja atau orang yang secara terus-menerus terpapar oleh polusi udara maupun asap beracun di tempat bekerja, perokok, peminum alkohol dan tinggal di tempat padat juga memiliki faktor risiko yang cukup tinggi terinfeksi pneumonia," ujarnya dalam dalam  Hari Pneumonia Sedunia 2022: Risiko Pneumonia di Era New Normal yang diselenggarakan Pfizer dan Lippo General Insurance didukung Siloam Hospitals.

Menanggapi potensi pekerja yang rentan terhadap pneumonia, dr. Raymos Parlindungan Hutapea, MKK, Sp.Ok, Subsp.BioKO(K), pengurus Perhimpunan Spesialis Kedokteran Okupasi Indonesia (PERDOKI) menilai bahwa penting melindungi kelompok pekerja yang rentan faktor risiko karena ini merupakan salah satu penyakit okupasi.

"Maka pencegahan terhadap pneumonia melalui vaksinasi menjadi krusial, agar pekerja dapat berkarya secara efektif, tanpa risiko yang berarti bagi dirinya, rekan kerja, maupun masyarakat," jelasnya.

Lebih lanjut dr. Raymos Parlindungan Hutapea berharap dengan adanya peningkatan derajat kesehatan dan keselamatan pekerja, akan dapat meningkatkan derajat kesehatan  produktivitas pekerja.

Melihat pentingnya mencegah dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit pneumonia, PT Pfizer Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) dengan PT Prodia Widyahusada Tbk. yang diwakili oleh Indriyanti Rafi Sukmawati, Direktur Bisnis & Pemasaran PT Prodia Widyahusada Tbk, bersama dengan Nora T. Siagian, Presiden Direktur PT Pfizer Indonesia.

Kedua belah pihak akan fokus menjalin kerjasama dalam menyelenggarakan program/kegiatan dengan mengembangkan kesadaran dan pemahaman tentang penyakit pneumonia secara offline maupun online, baik terhadap kalangan profesional kesehatan maupun masyarakat umum.

Kerjasama ini juga meliputi kemitraan B2B (Business to Business) terhadap perusahaan yang berafiliasi dengan kedua belah pihak dengan penawaran komersial khusus, serta menyediakan layanan paket Vaksinasi Pneumonia.

Presiden Direktur PT Pfizer Indonesia, Nora T. Siagian, mengatakan sangat penting melakukan pendekatan secara proaktif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para Profesional Kesehatan, masyarakat hingga korporasi akan penyakit pneumonia yang dapat berdampak pada setiap orang.

Kedepannya, kedua perusahaan akan terus berupaya untuk mengedukasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan penyakit pneumonia dan layanan vaksinasi pneumonia sebagai upaya pencegahan di Indonesia.

Hal ini dikarenakan penyakit Pneumonia menjadi salah satu penyakit paru-paru yang menyumbang angka kematian terbesar pada orang dewasa dan anak-anak di dunia sebanyak 2,5 juta jiwa, termasuk 672.000 anak-anak pada tahun 2019 (Data ECHAlliance; Dr. Catia Cilloniz, peneliti Pneumonia & koordinator kampanye Pneumonia sedunia).

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penyakit Pneumonia adalah infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli) yang dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme seperti virus, jamur, dan bakteri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pneumonia paru-paru radang paru-paru
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top