Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sejarah 15 Penyakit yang Pernah Picu KLB di Indonesia

Ada beberapa penyakit yang pernah ditetapkan sebagai KLB di Indonesia, seperti POlio, DBD bahkan Chikungunya.
Widya Islamiati
Widya Islamiati - Bisnis.com 30 November 2022  |  20:57 WIB
Sejarah 15 Penyakit yang Pernah Picu KLB di Indonesia
Bakteri Vibrio Cholerae - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Indonesia kembali dihadapkan dengan kasus polio yang menyerang 3 anak di Pidie, Aceh. Pemerintah segera menetapkan status Kejadian Luar Biasa sejak penemuan pertama kasus yang menggegerkan publik setelah Indonesia mendapat sertifikat bebas polio pada 2014 lalu ini.

Terbaru, pemerintah juga sudah mengupayakan vaksinasi polio massal dengan program Sub-Pekan Imunisasi Nasional Polio Aceh. 

Status KLB ini bukan pertama kali di Indonesia. Banyak KLB-KLB sebelumnya, seperti DBD yang termasuk KLB sering di Indonesia, ataupun KLB polio tahun 2005 lalu dan tahun 2018 lalu.

Apa itu KLB?

KLB sendiri berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1501 tahun 2010, merupakan timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan dan/atau kematian yang bermakna secara epidemiologi pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu, dan merupakan keadaan yang dapat menjurus pada terjadinya wabah. 

Ahli Epidemiologi Universitas Griffith, Australia menyebutkan, status KLb ini ditetapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan ataupun Menteri Kesehatan dengan satu kriteria tertentu. 

“Kejadian Luar Biasa adalah status yang ditetapkan oleh kepala dinas kesehatan atau menteri kesehatan saat keadaan di satu wilayah itu memenuhi salah satu (kriteria), jadi gak semua kriteria yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan,” ungkap Dicky Budiman saat dihubungi Bisnis pada Rabu (30/11/2022).

Apa saja syarat penetapan KLB di suatu wilayah?

Dicky juga memaparkan beberapa syarat untuk ditetapkannya KLB di suatu wilayah, meliputi:

Timbulnya satu penyakit, bukan penyakit menular yang sebelumnya tidak ada atau tidak dikenal pada suatu daerah, seperti Monkeypox, polio ataupun Covid-19.
Peningkatan kejadian kesakitan yang terus menerus, selama tiga kurun waktu, jam, hari, atau minggu.
Peningkatan kesakitan dua kali atau lebih, dibandingkan periode sebelumnya. 
“Kalau misalnya sebelumnya sebulan lalu ya satu kasusnya, ini kok jadi dua atau bahkan lebih,” kata Dicky. 

Jumlah penderita baru dalam satu bulan meningkat dua kali atau lebih dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jadi ini biasanya yang mengacunya pada kasus DBD, di tahun lalu di bulan yang sama kasusnya hanya 10 tahun ini kok jadi 50 nah itu KLB, DBD misalnya,” lanjut Dicky.

Rata-rata jumlah kejadian kesakitan perbulan selama atau tahun menunjukan kenaikan dua kali atau lebih dibandingkan tahun sebelumnya. 
“Ini juga untuk menghitung suatu penyakit yang relatif langka penyakitnya itu misalnya kemarin hepatitis ataupun gga, karena kasusnya yang jarang, dilihatnya rata rata per tahun,” tutur Dicky.

Angka kasus kematian dalam satu periode naik 50 persen.
“Jadi kalau kematian kan itu indikator yang serius yah, tentang keparahan dibanding periode sebelumnya dalam kurun waktu yang sama,” kata Dicky. 

Angka proporsi penyakit penderita baru dalam satu periode itu naik dua kali atau lebih dibanding satu periode sebelumnya dalam kurun waktu yang sama.
Penyakit apa saja yang bisa menjadi wabah di Indonesia?

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1501 tahun 2010, beberapa jenis-jenis penyakit menular yang bisa menimbulkan wabah, seperti:

1. Kolera

Kolera pernah mewabah pada tahun 1820an, ini termasuk wabah yang menggegerkan dunia yang berasal dari India. Penyakit yang disebabkan oleh diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri Vibrio cholerae ini kemudian menyebar hampir ke seluruh Asia, termasuk Indonesia. 

Kini, status penyakit ini di Indonesia sangat jarang.

2. Pes 

Pes merupakan penyakit yang berasal dari tikus. Tikus ini terinfeksi bakteri bernama  yersinia pestis. Wabah ini pernah menyerang Indonesia tahun 1910, pada masa pemerintahan Hindia-Belanda.

3  Demam Berdarah Dengue

Menurut Dicky Budiman, wabah DBD termasuk wabah yang sering terjadi di Indonesia, salah satunya terjadi pada tahun 2019. Kementerian Kesehatan merilis data per 29 Januari tahun tersebut, jumlah kasus penyakit ini mencapai 13.683 dengan jumlah kasus meninggal dunia sebanyak 133 kasus.

Berselang lima hari, kasus bertambah menjadi 16.692 kasus dan 169 kasus kematian akibat wabah ini.

4. Campak 

Laman Indonesiabaik.id mencatat, pada tahun  1980 ada 20 juta orang terinfeksi campak dan menyebabkan 2,6 juta kematian tiap tahun akibat campak. Bahkan tahun 2017 Indonesia masih menduduki 10 besar negara dengan kasus campak terbanyak. Ada hampir 5000 kasus terjadi pada tahun 2015. Jika dihitung dari tahun 2010 – 2015 ada total 23. 

5. Polio 

Kasus wabah polio pernah terjadi pada tahun 2005, bahkan WHO Indonesia juga pernah mendapati laporan kasus ini pada tahun 2018 di Papua dan ditetapkan sebagai KLb saat itu. Dan kini, Indonesia kembali menghadapi kasus polio ini, di Pidie, Aceh, dan ditetapkan sebagai KLB.

6. Difteri

Status KLB difteri pernah ditetapkan di Indonesia salah satunya pada tahun 2017 lalu. Mengutip laman RSUD Pariaman, Difteri merupakan infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium. 

Gejala penyakit ini meliputi sakit tenggorokan, demam, dan terbentuknya lapisan di amandel dan tenggorokan. Dalam kasus yang parah, infeksi bisa menyebar ke organ tubuh lain, seperti jantung dan sistem saraf. Bahkan bakteri penyebab penyakit ini, dapat menghasilkan racun yang berbahaya jika menyebar ke bagian tubuh lain.

7. Pertusis

Penyakit pertusis biasa juga disebut batuk rejan. Ini merupakan infeksi bakteri pada saluran pernapasan dan paru-paru. Penyakit ini termasuk penyakit yang mudah menular dan bisa mengancam nyawa.

Pertusis akan menjadi sangat berbahaya jika menyerang bayi dan anak-anak. Batuk rejan biasanya menimbulkan gejala seperti batuk keras yang terjadi secara terus-menerus dan lama.

8. Rabies

Wabah rabies pertama kali ditemukan di Indonesia pada tahun  1884 oleh Schrool pada kerbau. Hingga kini, sudah lebih 100 tahun penyakit ini masuk di Indonesia, namun belum bisa diberantas hingga nol kasus.

Mengutip laman BKD Sultengprov, angka kematian akibat penyakit rabies di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu angka 100-156 kematian per tahun, dengan tingkat kematian hampir 100 persen.

9. Malaria

Salah satu kasus wabah malaria yang terjadi di Indonesia adalah tahun 2010 dan 2020. Laman P2P Kemenkes mengungkap, pada tahun 2010, kasus positif malaria di Indonesia mencapai 465,7 ribu, sementara pada 2020 kasus positif menurun menjadi 235,7 ribu. 

10. Avian Influenza H5N1

Wabah Avian Influenza H5N1 disebut juga dengan wabah flu burung yang menggegerkan Indonesia dari tahun 2005 hingga tahun 2017 lalu. Meskipun awalnya ditemukan pada tahun 2003 pada unggas, namun baru menyerang manusia pada tahun 2005.

11. Antraks 

Wabah antraks pertama kali dilaporkan di Indonesia pada 1832 di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, hingga kemudian ditetapkan sebagai KLB pada tahun 1884 yang terjadi di Teluk Betung, Lampung.

12. Leptospirosis

Penyakit akibat kotoran tikus yang bercampur dengan genangan air ini juga pernah menjadi wabah di Indonesia. Pada tahun 2019 misalnya, kasus penyakit ini dilaporkan hingga menimbulkan 122 kasus kematian di Indonesia.

13. Hepatitis 

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, kasus hepatitis di Indonesia didominasi oleh kelompok anak-anak usia 5 hingga 14 tahun. Bahkan tahun, ini kasus hepatitis masih ditemukan di Indonesia.

14. Influenza A baru (H1N1) Pandemi 2009 

Virus flu babi pernah menggegerkan Indonesia pada tahun 2009 lalu. WHO menetapkan penyakit ini sebagai pandemi pada 11 Juni 2009. Di Indonesia, hingga 13 Juli 2009 di Indonesia sudah terdapat 86 kasus positif flu H1N1.

15. Meningitis 

Penyakit meningitis adalah radang selaput pelindung sistem saraf pusat. Penyakit ini bisa disebabkan oleh mikroorganisme, luka fisik, kanker, atau obat-obatan tertentu. Karena letaknya dekat otak dan tulang belakang, penyakit ini menjadi penyakit yang serius. Sehingga dapat menyebabkan kerusakan kendali gerak, pikiran, bahkan kematian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

klb wabah Virus Polio
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top