Kunyit bermanfaat bagi kesehatan/Healthline.com
Health

Kunyit Diminati Pasar Mancanegara, BPOM Permudah Perizinan UMKM Obat Tradisional

Arlina Laras
Kamis, 15 Desember 2022 - 19:12
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Komoditas kunyit kini tengah mengalami peningkatan permintaan di pasar internasional.

Pasalnya, pandemi secara tak terduga menjadikan masyarakat sadar pentingnya upaya preventif dan promotif kesehatan, serta kecenderungan gaya hidup kembali ke alam telah mendorong banyak negara berinvestasi lebih besar pada kesehatan dan pengadaan vitamin, suplemen, dan obat peningkat kekebalan tubuh.

“Benar, ketika kita test market, ternyata kunyit menjadi incaran kawasan ASEAN, seperti Singapura, Malaysia, Filipina dan Vietnam. Apalagi ketika mengetahui bahwa kita punya teknologi nano yang mampu mengubah kurkumin yang diekstrak dari kunyit menjadi partikel nano agar lebih mudah larut dan diserap di dalam tubuh, membuat Australia dan Amerika kagum,” jelas Andam Dewi, Senior Director & Country General Manager Herbalife Nutrition Indonesia pada Bisnis di The MAJ, Senayan, Kamis (15/12/2022).

Tentu ini akan menjadi potensi yang besar, mengingat faktor alam yang ada di Indonesia sangat mendukung untuk mengembangkan komoditas kunyit.

BPOM Dorong Daya Saing UMKM

Dra. Reri Indriani, Apt., M.Si, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, BPOM pun memberi tanggapan terkait peranan BPOM dalam mendorong daya saing UMKM obat tradisional dengan memberikan kemudahan melalui percepatan perizinan dan mengawal regulasi dari keamanan mutu produk.

“Untuk bisa menjadikan sebuah bahan alam bermutu tinggi, maka hulunya harus dibenahi terlebih dahulu, yaitu soal cara panen, usia panen, tempat tumbuh. Nah, ini menjadi tugas kita semua, untuk melakukan intervensi bersama dari hulu ke hilir,” ungkapnya.

Bagi Dra Reri, diperlukan kerja sama lintas sektor, antara BPOM, Kementerian Perindustrian, dengan asosiasi dan pelaku UMKM untuk menginventarisasi kendala dan permasalahan yang dihadapi UMKM obat tradisional.

“Untuk bisa menjadikan sebuah bahan alam bermutu tinggi, maka hulunya harus dibenahi terlebih dahulu, yaitu soal cara panen, usia panen, tempat tumbuh. Terbukti sebanyak 25 persen bahan baku masih impor, sementara 75 persen sisanya terjadi keterbatasan pasokan dalam negeri, baik dari segi kuantitas, kualitas dan sustainability. Nah, ini menjadi tugas kita semua, untuk melakukan intervensi bersama dari hulu ke hilir,” katanya.

Dirinya mengatakan, pendampingan UMKM dalam rangka percepatan perizinan secara komprehensif mencakup tahap pre-market mulai dari evaluasi pemenuhan persyaratan Good Manufacturing Practices (GMP) atau cara pembuatan yang baik, dan penilaian atau registrasi produk hingga tahap post-market.

“Ini sesuai dengan visi BPOM, untuk membangun struktur ekonomi yang produktif untuk kemandirian bangsa. Jadi, kami ingin pelaku UMKM merasakan fleksibilitas dan agility dalam penyederhanaan proses tanpa harus mengabaikan standar keamanan produk. Kami juga terus meningkatkan layanan publik agar semakin baik,” jelas Dra. Reri.

Sebagai informasi, berdasarkan data BPOM, saat ini setidaknya terdapat 200 lebih industri obat tradisional dan 1.000 UMKM obat tradisional.

Diharapkan, para pelaku UMKM khususnya di Bali dapat memperoleh solusi yang tepat dalam menghadapi kendala dan hambatan selama proses perizinan produknya.

Perizinan yang mudah dan cepat akan meningkatkan daya saing UMKM dalam mengedarkan produk yang sesuai dengan regulasi pemerintah, pada akhirnya akan berdampak pada kemudahan UMKM melakukan penetrasi ke pasar nasional hingga mempunyai daya saing di kancah internasional.

Penulis : Arlina Laras
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro