Lambung dan gangguan maag/stomachpicture.com
Health

Gejala dan Penyebab Maag Akut, Seperti yang Dialami Penyanyi Ardhito Pramono

Arlina Laras
Arlina Laras
Senin, 13 Februari 2023 - 18:33
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Penyanyi solo Ardhito Pramono dikabarkan mengalami maag akut alias gasgritis akut dan dilarikan ke rumah sakit, usai dirinya pingsan di atas panggung ketika mengisi acara Pesta Malam Minggu di Medan, Sabtu (11/2/2023) lalu. 

Saat ini, kondisinya sudah mulai membaik, melalui Instagram pribadinya dia mengakui bahwa insiden yang menimpa dirinya, akibat pola makan, pikiran hingga jam tidur yang tidak teratur. 

"Rasa perih yang luar biasa di ulu hati dan menjalar sampai dada yang skaitnya seperti di tusuk menembus samai pundak seketika membuat saya terjatuh saat menutup penampilan kami di Medan," tulisnya di akun @ardhitopramono, Minggu (12/2) lalu. 

Dilansir dari Healthline, maag akut atau biasa disebut dengan gastritis akut adalah peradangan dan pembengkakan yang terjadi di lapisan lambung secara tiba-tiba.

Berbeda dengan maag kronis yang sering terjadi, bertahap dan bertahan lebih lama. 

Pada maag akut sendiri lapisan lambung yang rusak membuat asam lambung mengiritasi organ ini dan ketika hal ini diabaikan, maka penderitanya bisa mengalami penyakit yang serius. 

Lantas, apa saja penyebab dan gejala yang perlu diwaspadai dengan adanya maag akut ini. Lalu, benarkah maag akut bisa sebabkan kematian? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya. 

Penyebab Maag Akut

Maag akut terjadi saat lapisan lambung mengalami kerusakan sehingga asam dapat mengiritasi lambung. 

Ada beberapa faktor risiko kerusakan mukosa lambung, antara lain penggunaan obat-obatan tertentu, infeksi, stres akut hingga faktor makanan.

Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) yang sering atau jangka panjang, seperti aspirin dan ibuprofen  juga turut mengganggu mekanisme perlindungan lapisan kulit dalam lambung, yang menyebabkan penurunan produksi lendir lambung dan peningkatan kerentanan terhadap asam lambung.

Akibatnya, penggunaan NSAID yang berlebihan dapat meningkatkan risiko berkembangnya gastritis akut.

Infeksi bakteri oleh Helicobacter pylori (H. pylori) juga menjadi penyebab lain dari gastritis . H. pylori adalah bakteri berbentuk spiral yang menjajah perut banyak orang. Pada kebanyakan orang, infeksi dini oleh H. pylori tidak menimbulkan banyak gejala dan biasanya tidak diketahui. 

Meskipun tidak jelas bagaimana H. pylori menyebar, namun hal itu dapat menyebabkan radang perut, kehilangan nafsu makan, mual, kembung, dan sakit perut.

Namun, infeksi H. pylori yang berlangsung lama atau kronis dapat menyebabkan peradangan lambung yang terus-menerus, serta hilangnya struktur kelenjar lambung. Pada akhirnya, hal ini dapat meningkatkan risiko berkembangnya masalah pencernaan lainnya, seperti sakit maag dan kanker perut. 

Gastritis akut juga dapat terjadi akibat stres fisiologis yang ekstrem, seringkali karena operasi besar, trauma, luka bakar parah atau penyakit parah. 

Faktor risiko tambahan untuk mengembangkan gastritis akut termasuk peningkatan asupan alkohol dan kafein dan paparan asap rokok, di mana dengan mengonsumsi itu semua dapat mengiritasi lapisan lambung. Tidak hanya itu, menelan bahan kimia yang keras dapat menyebabkan kerusakan yang parah karena cedera lambung langsung.

Penyebab lain yang kurang umum meliputi:

1. Infeksi virus

2. Stres ekstrem

3. Gangguan autoimun, yang dapat menyebabkan sistem kekebalan menyerang lapisan perut

4. Penyakit radang usus kronis

5. Penggunaan kokain

6. Menelan zat korosif seperti racun

7. Operasi

8. Gagal ginjal

Gejala Maag Akut

Melansir dari Mayo Clinic, beberapa orang dengan gastritis akut tidak memiliki gejala apapun. Orang lain mungkin memiliki gejala yang berkisar dari ringan hingga parah, adapun gejala umumnya meliputi:

1. Kehilangan selera makan

2. Gangguan pencernaan

3. Tinja hitam

4. Mual

5. Muntah

6. Muntahan darah yang terlihat seperti ampas kopi bekas

7. Rasa sakit di bagian atas perut

8. Perasaan begah di perut bagian atas setelah makan

Bahkan, ada beberapa gejala yang berhubungan dengan maag akut juga terlihat pada kondisi kesehatan lainnya. Sehingga, untuk bisa lebih tepat dalam mendiagnosa, penting untuk berkonsultasi dengan dokter soal keluhan yang dialami. 

Benarkah Maag Akut Sebabkan Kematian?

Menurut Medical News, maag akut sendiri tidak akan menyebabkan seseorang mengalami kematian. Namun, sakit maag akut yang tidak diobati, bisa memunculkan komplikasi penyakit yang serius hingga bisa menyebabkan kematian, mulai dari lambung berdarah, anemia, kanker lambung, MALT lymphoma dan masalah ginjal. 

Sehingga, ketika ada seseorang yang mengalami sakit maag kronis lalu mengalami pembuluh darah pecah, orang tersebut kemudian berisiko mengalami anemia dan bisa berujung pada penyakit serius. Hal itulah yang bisa menyebabkan kematian, yakni penyakit-penyakit yang muncul ketika sakit maag tidak diobati. 

Cara Mencegah Maag Akut 

Melansir dari Osmosis.org ada beberapa cara mencegah maag akut, antara lain:

1. Cuci tangan Anda dengan sabun dan air secara teratur dan sebelum makan. Hal ini dapat mengurangi risiko terinfeksi H. pylori.

2. Masak makanan sampai matang. Ini juga mengurangi risiko infeksi.

3. Hindari alkohol atau batasi asupan alkohol Anda.

4. Hindari NSAID atau jangan sering menggunakannya. Konsumsi NSAID dengan makanan dan air untuk menghindari gejala.

5. Beberapa kasus gastritis akut hilang tanpa pengobatan, dan menghindari makan-makanan panas, pedas, dan asam dapat membantu pemulihan dengan cepat. Selain itu, mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak dan yang diolah dengan cara digoreng.

6. Banyak orang juga membutuhkan pengobatan untuk penyakit maag akut, dengan waktu pengobatan dan pemulihan tergantung dari penyebab penyakit maag tersebut. Infeksi H. pylori mungkin memerlukan satu atau dua putaran antibiotik, yang masing-masing dapat bertahan selama dua minggu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Arlina Laras
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Rekomendasi Kami