Berkeringat/boldsky.com
Health

Fakta-fakta Hipertermia, Penyakit Akibat Suhu Panas Menggila

Mia Chitra Dinisari
Selasa, 8 Agustus 2023 - 13:45
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Suhu panas melanda hampir semua negara di dunia akibat pemanasan global.

Bahkan, heatwave di beberapa negara sudah memakan korban.

Tubuh Manusia, memang pada umumnya memiliki batasan menahan rasa panas dan dingin.

Beberapa kasus penyakit bahkan bisa mengakibatkan meninggal dunia karena suhu panas tubuh yang tidak bisa dikendalikan. Salah satunya hipertermia.

Hipertermia adalah kenaikan suhu tubuh yang tidak normal akibat kegagalan mekanisme tubuh dalam mengatur panas tubuh ketika suhu lingkungan di luar tubuh meningkat.

Dikutip dari laman resmi Primaya Hospital, kelelahan akibat panas (heat fatigue, heat exhaustion), heat cramps (nyeri dan kejang akibat panas), heat syncope dan heat stroke, yaitu pingsan akibat panas adalah bentuk-bentuk umum dari hipertermia.

Berkeringat merupakan mekanisme alami untuk mendinginkan tubuh yang terpapar oleh panas dari lingkungan di luar tubuh, tetapi kadang keringat sendiri tidak cukup untuk mengembalikan suhu tubuh pada kondisi normal.

Tipe-Tipe Hipertermia

1. Heat Cramps

Kejang pada otot dapat terjadi apabila seseorang kehilangan terlalu banyak elektrolit yang ada pada cairan tubuh lewat produksi keringat. Elektrolit yang umum contohnya adalah kalsium, klorida, magnesium, fosfor, kalium, sodium. Kejang ini biasa terjadi di lengan, tangan, tungkai bagian bawah, dan kaki.

2. Heat Edema

Hipertermia jenis ini ditunjukkan dengan adanya pembengkakan di area pergelangan kaki dan kaki di tengah cuaca panas. Panas dapat mengakibatkan pembuluh darah membesar sehingga cairan pada tubuh mengalir ke arah tangan dan kaki. Hal ini yang membuat terjadinya pembengkakan pada area tersebut ketika tubuh terpapar panas.

3. Heat Syncope

Pada tipe hipertermia ini, seseorang akan mengalami pingsan secara mendadak atau rasa pusing yang biasanya terjadi terlalu lama atau melakukan gerakan berdiri secara mendadak setelah duduk atau berbaring. Faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi pada kondisi ini adalah dehidrasi dan kurangnya kemampuan tubuh untuk beradaptasi pada perubahan cuaca.

4. Heat Exhaustion

Heat exhaustion atau kelelahan yang terjadi akibat panas mempunyai gejala lebih serius daripada heat cramps. Suhu tubuh Anda bisa mencapai 40 derajat celsius dan kondisi ini dapat berakibat pada heat stroke.

5. Heat Rash

Apabila terjadi keringat berlebih di tubuh pada cuaca yang panas dan lembab, kulit dapat mengalami iritasi. Iritasi ini disebut dengan heat rash. Heat rash biasanya berkembang di lipatan siku, di bawah payudara, dekat lipatan pangkal paha atau di dada bagian atas dan leher.

6. Heat Stress

Heat stres biasanya terjadi pada pekerja yang terpapar oleh panas yang ekstrim atau mereka yang bekerja di tengah lingkungan yang panas. Pekerja yang lebih beresiko pada kondisi ini adalah pekerja berusia 65 tahun ke atas, pekerja dengan berat badan berlebih, pekerja dengan penyakit jantung atau tekanan darah tinggi, atau mereka yang tengah mengkonsumsi obat-obatan yang dapat terpengaruh oleh panas ekstrim.

7. Heat Stroke

Tipe yang paling parah dari hipertermia adalah heat stroke. Kondisi ini dapat berakibat fatal, bahkan menyebabkan kematian karena efeknya pada otak dan organ-organ lain. Heat stroke dapat mengakibatkanya suhu tubuh naik hingga lebih dari 40 derajat celsius, bahkan hingga 41 derajat celsius. Gejala dari heat stroke lain adalah kondisi mental yang berubah, seperti kebingungan, rasa tersinggung, dst, seperti mual-muntah, kulit kemerahan, napas bertambah cepat, dan sakit kepala.

Tanda-Tanda Hipertermia

1. Gejala Heat Cramps

Pada hipertermia jenis ini, terdapat tanda-tanda berupa kejang otot di perut, lengan, atau tungkai kaki setelah Anda melakukan aktivitas berat. Kulit Anda akan terasa lembap dan dingin serta tingkat denyut jantung bisa normal, maupun menjadi cepat.

2. Gejala Heat Edema

Bengkak atau terjadinya penggelembungan di jaringan yang terdapat langsung di bawah kulit, biasanya terjadi di bagian tungkai kaki atau lengan;

3. Gejala Heat Syncope

Tanda-tanda dari tipe hipertermia ini termasuk pingsan, yang terjadi secara tiba-tiba, disertai dengan rasa pusing, kepala terasa ringan (lightheadedness) akibat berdiri terlalu lama atau tiba-tiba berdiri dari posisi duduk atau berbaring.

4. Gejala Heat Rash

Tanda-tandanya adalah munculnya kelompok-kelompok jerawat-jerawat kecil atau bintik-bintik melepuh di kulit.

5. Gejala Heat Stress

Gejala dari heat stress ini termasuk telapak tangan yang berkeringat, kacamata safety yang beruap, dan pusing.

6. Heat Exhaustion

Pada tipe hipertermia ini, kulit akan terasa dingin dan lembab disertai dengan denyut jantung yang bertambah cepat namun lambat. Napas juga akan terasa cepat dan pendek-pendek. Heat exhaustion ini dapat berkembang menjadi heat stroke apabila tidak ditangani dengan cepat.

7. Heat Stroke

Kondisi ini adalah kondisi yang paling mengancam nyawa di mana suhu tubuh bisa mencapai angka 40 derajat Celcius. Tanda-tanda heat stroke bisa bervariasi. Namun, gejala-gejala di bawah termasuk kepada tanda terjadinya heat stroke.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro