Menstruasi/boldsky.com
Health

Kenali Sindrom MRKH, Kelainan Sistem Reproduksi Pada Wanita

Redaksi
Jumat, 24 November 2023 - 14:26
Bagikan

Bisnis.com, BANDUNG – Sindrom Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser (MRKH) adalah kelainan bawaan langka yang mempengaruhi sistem reproduksi perempuan.

Kondisi ini ditandai dengan vagina dan rahim yang kurang berkembang. Rahim mungkin berukuran kecil atau bahkan tidak ada, dan vagina yang memendek.

Penderita MRKH memiliki indung telur yang berfungsi normal dan pola kromosom perempuan. Namun, orang dengan MRKH biasanya tidak mengalami siklus menstruasi.

Jenis-jenis Sindrom MRKH

Kasus Sindrom Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser umumnya dibagi menjadi dua jenis:

- Sindrom MRKH Tipe 1

Pada Sindrom MRKH Tipe 1, rahim dan vagina bagian atas mengalami kelainan, tetapi organ lain tidak terpengaruh.

- Sindrom MRKH Tipe 2

Pada Sindrom MRKH Tipe 2, wanita mengalami kelainan pada organ lain juga (paling sering pada saluran tuba, dan umumnya pada ginjal dan tulang belakang).

Pada sebagian besar kasus MRKH, rahim yang tidak berkembang membuat seorang wanita tidak mungkin mengandung. Namun demikian, indung telur yang sehat memungkinkan untuk memiliki anak biologis melalui reproduksi berbantu.

Gejala-gejala MRKH

Dilansir dari laman Penn Medicine, salah satu tanda umum dari sindrom MRKH adalah tidak mengalami menstruasi sampai umur 16 tahun. Namun, ada gejala lain yang mungkin, seperti:

Gejala MRKH Tipe 1 meliputi:

- Hubungan seksual yang menyakitkan atau sulit

- Berkurangnya kedalaman dan lebar vagina


Gejala MRKH Tipe 2 mirip dengan Tipe 1, tetapi mungkin juga termasuk:

- Komplikasi atau kegagalan ginjal akibat pembentukan atau posisi ginjal yang tidak normal, atau ginjal yang hilang

- Kelainan tulang (paling sering terjadi pada tulang belakang)

- Gangguan pendengaran ringan

- Cacat jantung

- Komplikasi terkait organ lainnya


Bagaimana mendiagnosis Sindrom Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser (MRKH)?

Diagnosis Sindrom MRKH Tipe 1 biasanya terlihat pada masa remaja akhir, ketika seorang perempuan muda belum mengalami menstruasi. Sedangkan diagnosis Tipe 2 dapat dipicu oleh tidak adanya menstruasi atau berbagai gejala dan kelainan yang berhubungan dengan organ lain, terkadang pada usia yang lebih dini.

Selain itu, karena kedalaman vagina yang memendek sering dikaitkan dengan MRKH, maka untuk mendiagnosis MRKH, dokter mungkin akan menggunakan alat atau jari untuk mengukur kedalaman vagina sebelum melakukan USG panggul atau MRI. 

Ultrasonografi akan menunjukkan apakah ada rahim atau uterus, dan dapat mengkonfirmasi keberadaan saluran tuba dan ginjal.

Apakah sindrom MRKH dapat dicegah?

Mengutip laman Cleveland Clinic, tidak ada cara untuk mencegah sindrom MRKH. Sindrom ini dapat terjadi pada orang yang tidak memiliki riwayat keluarga dengan kondisi ini, atau dapat bersifat genetik (menurun dalam keluarga). (Kresensia Kinanti)

Penulis : Redaksi
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro