Leader
Health

7 Tanda Sindrom Hubris yang Sering Terjadi Pada Pemimpin

Redaksi
Kamis, 30 November 2023 - 22:10
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Sindrom Hubris adalah ketika seseorang yang berada dalam posisi berkuasa mengembangkan pandangan yang lebih besar dan lebih indah tentang diri mereka sendiri dan kemampuan mereka. 

Sederhananya, pemimpin dengan kecenderungan hubristic tidak hanya percaya bahwa mereka lebih baik dari orang lain, tapi mereka juga sempurna. 

Mereka gagal untuk melihat kesalahan atau kekurangan mereka sendiri dan benar-benar yakin bahwa mereka tidak dapat melakukan kesalahan.

Dalam kebanyakan kasus, para pemimpin mencapai puncak karena mereka mengetahui bidangnya. Mereka menghadirkan pengetahuan, pengalaman, dan keahlian yang diperoleh dengan susah payah selama bertahun-tahun.

Tentu saja, keterampilan dan prestasi tersebut memerlukan ego yang sehat dan persepsi diri yang positif. Para pemimpin yang telah bekerja keras untuk mencapai tujuan mereka berhak merasa senang karenanya.

Namun ketika kepercayaan diri itu meningkat ke tingkat yang ekstrem, tidak rasional, dan/atau tidak berdasar, seseorang tidak lagi hanya berurusan dengan citra diri yang kuat. Kini, perilaku tersebut menunjukkan sesuatu yang lebih bermasalah.

Berikut adalah tanda seseorang telah mengidap sindrom Hubris: 

1. Individu tersebut menunjukkan perubahan yang berlangsung setidaknya tiga bulan.

2. Individu tersebut pasti telah mengembangkan sindrom ini saat dewasa.

3. Perubahan terjadi hanya setelah individu mengalami kesuksesan luar biasa atau kekuasaan yang besar.

4. Dissosialitas (kurangnya rasa hormat terhadap orang lain) dan disinhibisi (impulsif) pasti berkembang seiring berjalannya waktu.

5. Individu menunjukkan keagungan ekstrim dalam bentuk hak, egoisme, dan sikap merendahkan terhadap orang lain. 

6. Disinhibition itu sendiri harus terlihat jelas sebagai sikap tidak bertanggung jawab dan ketidakmampuan untuk membuat rencana yang rasional.

7. Tidak ada kondisi kesehatan lain yang dapat menyebabkan munculnya ciri-ciri ini, termasuk kerusakan otak atau penyakit fisik apa pun.

Sederhananya, pemimpin dengan kecenderungan hubristic tidak hanya percaya bahwa mereka lebih baik dari orang lain, tapi mereka juga sempurna. Mereka gagal untuk melihat kesalahan atau kekurangan mereka sendiri dan benar-benar yakin bahwa mereka tidak dapat melakukan kesalahan.

Ciri-ciri hubristik dipicu oleh pencapaian posisi kekuasaan, dan biasanya akan semakin buruk jika semakin lama seseorang memegang kekuasaan dan semakin banyak kekuasaan yang mereka kumpulkan.

Hal ini terutama berlaku jika keputusan dan arahan pemimpin berhasil mencapai hasil positif sehingga seseorang akan semakin meningkatkan rasa percaya diri mereka.

Sindrom Hubris sering kali dijelaskan dalam konteks presiden, perdana menteri, dan pemimpin politik lainnya. Meskipun angka-angka tersebut mudah untuk dipelajari dan dikenali, sindrom keangkuhan dapat terjadi pada siapa saja yang memegang kekuasaan tertentu mulai dari CEO hingga pemimpin tim.

Penulis : Redaksi
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro