HUT 41 Tahun, Politeknik Sahid Luncurkan Kafe dan Minimarket, Dikelola Penuh oleh Mahasiswa/Bisnis. Arief Hermawan P
Kuliner

HUT 41 Tahun, Politeknik Sahid Luncurkan Kafe dan Minimarket, Dikelola Penuh oleh Mahasiswa

Mutiara Nabila
Kamis, 28 Maret 2024 - 18:05
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Merayakan hari jadi ke-41 tahun, Politeknik Sahid meluncurkan fasilitas pengembangan mahasiswa dengan pembangunan Teaching Factory "Renjana Coffee and Eatery", dan Mini Market "Debakoel" yang akan dikelola penuh oleh mahasiswa. 

Ketua Umum Yayasan Sahid Jaya (YSJ), Nugroho B. Sukamdani mengatakan, pembangunan sarana tersebut ditujukan untuk kelengkapan sarana kampus. 

"Dengan adanya sarana itu memudahkan tak hanya mahasiswa tapi juga warga sekitar untuk mendapatkan kebutuhannya dan juga untuk ngopi," jelasnya. 

Nantinya, fasilitas kafe dan minimarket tersebut akan dikelola sepenuhnya oleh para mahasiswa yang didukung oleh mentor, termasuk dosen yang ahli pariwisata. 

"Ini tujuannya agar mahasiswa terekspos dengan dunia kerja sungguhan, bukan hanya teori di kelas. Dari menunya nggak kalah dengan kafe yang duluan berdiri, karena ada para senior yang ikut turun tangan membuat konsep menu, produksinya, sampai penyajiannya," paparnya. 

Senada, Direktur Politeknik Sahid, Derinta Entas menjelaskan bahwa seluruh mahasiswa bisa memiliki kesempatan yang sama untuk teribat dalam pengelolaan kafe dan minimarket tersebut. 

"Nanti kita ada sistem open recruitment untuk mengelola Debakoel dan Renjana, yang memenuhi kriteria bisa mengisi  tiap batchnya dibuka untuk 20 orang, yang akan dibagi dalam 3 shift," paparnya. 

Derinta juga menyebutkan bahwa mahasiswa dari semua program studi bisa ikut terlibat karena hampir seluruhnya berkaitan dengan dengan pelayanan. 

"Jadi semua boleh ikut, karena sebetulnya semua prodinya relate. Misalnya yang bagian pelayanan bisa jadi waiter waitress, jurusan seni kuliner di dapur, barista di bikin kopi dan latte art dan sebagainya," jelasnya. 

Derinta mengatakan bahwa Renjana dan Debakoel sudah melakukan percobaan dan berjalan 6 bulan. Mahasiswa yang terlibat bisa mendapatkan sertifikat, pengalaman, dan makan saat bertugas. 

"Karena ini proses praktikum, benefitnya mahasiswa akan dapat sertifikat, pengalaman, dan makan saat sedang bertugas, karena masih dalam proses pembelajaran," ujarnya. 

Adapun, pada program ini mahasiswa tak hanya belajar pelayanan, tapi juga belajar bisnisnya, bagaimana mengelola bisnis, apa saja yang harus dipersiapkan, membuat feasibility study dulu, dan melakukan riset pasar. 

Harapannya, lanjut Derinta, kafe dan minimarket ini bisa menjadi laboratorium besar untuk mahasiswa dan operasionalnya bisa dibiayai sendiri. 

Selain kafe dan minimarket, Derinta mengungkapkan ke depan Politeknik Sahid juga akan membuat Teaching Hotel yang terintegrasi dengan auditorium kampus. 

"Jadi nanti ada tamu yang kita bawa, bisa sarapan di sini. Lalu Auditorium yang sedang dibangun juga nanti akan kita sewakan bisa untuk pernikahan, atau acara-acara, jadi terhubung dengan hotel dan pelayanannya, semuanya juga akan mahasiswa yang mengelola," imbuhnya. 

Derinta berharap dengan adanya berbagai pengembangan, ke depan Politeknik Sahid bisa terus eksis di tengah persaingan saat ini, dengan semakin banyak perguruan tinggi yang membuka jurusan pariwisata

Penulis : Mutiara Nabila
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro