Simak cara cek jenis vaksin Covid-19 melalui aplikasi SatuSehat Indonesia/Novita Sari Simamora
Health

Cara Cek Jenis Vaksin Covid-19 yang Pernah Diterima Melalui HP

Mutiara Nabila
Kamis, 9 Mei 2024 - 14:49
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Perusahaan produsen vaksin Covid-19 baru-baru ini mengakui bahwa vaksin miliknya memiliki efek samping terkait dengan Trombositopenia, yakni vaksin dari AstraZeneca.

Melansir Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), Trombosis dengan Sindrom Trombositopenia (TTS) adalah kondisi langka dan serius yang ditandai dengan rendahnya jumlah trombosit dan pembentukan bekuan darah.  

TTS sempat terlihat pada beberapa orang setelah mendapatkan vaksin Covid-19 AstraZeneca, yang pada 2021 lalu juga sempat ditarik peredarannya di Indonesia Risiko TTS disebut sedikit lebih tinggi pada orang yang berusia kurang dari 60 tahun.

Lantas bagaimana cara mengecek jenis vaksin yang kita dapatkan saat program vaksinasi Covid-19? 

Pada 2022, Kementerian Kesehatan telah meresmikan transformasi aplikasi PeduliLindungi menjadi SatuSehat mobile. Aplikasi ini juga dapat digunakan untuk melacak jenis vaksin yang kita dapatkan saat program vaksinasi Covid-19. 

Cara Cek Jenis Vaksin Covid-19:

1. Unduh aplikasi SatuSehat di Playstore/Appstore pada gadget

2. Login pada aplikasi, menggunakan nomor handphone atau e-mail Anda

3. Setelah masuk ke dalam aplikasi, pilih menu "Vaksin dan Imunisasi"

4. Pilih menu "Sertifikat Vaksin & Imunisasi"

5. Pilih menu "Vaksin & Imunisasi Lainnya"

6. Klik nama Anda

7. Klik riwayat vaksin yang ingin dilihat. 

Selain mengecek riwayat jenis vaksin, Anda juga dapat melihat tanggal dan tempat penyuntikkan vaksin Covid-19 untuk dosis pertama, dosis kedua, booster pertama, dan booster kedua. 

Setelah mengecek riwayat vaksinasi, Anda juga bisa mengunduh sertifikat vaksin, yang filenya bisa dilihat di folder File atau Download pada gadget Anda. 

Namun, di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan bahwa tidak ada laporan terkait TTS di Indonesia yang berkaitan dengan vaksin Covid-19.

BPOM menyebutkan, vaksin Covid-19 AstraZeneca disetujui BPOM pada 22 Februari 2021 dan lebih dari 73 juta dosisnya telah digunakan dalam program vaksinasi di Indonesia. 

Pemantauan keamanan vaksin di Indonesia telah dilakukan oleh Kementerian Kesehatan bersama dengan Komite Nasional Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas PP KIPI). Pemantauan ini termasuk pelaksanaan surveilans aktif terhadap Kejadian Ikutan dengan Perhatian Khusus (KIPK) pada program vaksinasi Covid-19 selama periode Maret 2021–Juli 2022 pada 14 rumah sakit sentinel (lokasi pelaksanaan surveilan aktif) di 7 provinsi di Indonesia.

Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa manfaat pemberian vaksin Covid-19 Astrazeneca lebih besar daripada risiko efek samping yang ditimbulkan.

Selain itu, Hingga April 2024, tidak terdapat laporan kejadian terkait keamanan termasuk kejadian TTS di Indonesia yang berhubungan dengan vaksin Covid-19 Astrazeneca.

WHO juga menegaskan bahwa kejadian TTS yang berhubungan dengan vaksin Covid-19 Astrazeneca dikategorikan sebagai sangat jarang atau kurang dari 1 kasus dalam 10.000 kejadian. 

Kejadian TTS yang sangat jarang tersebut juga terjadi pada periode 4 sampai dengan 42 hari setelah pemberian dosis vaksin Covid-19 AstraZeneca. 

Adapun, saat ini, vaksin Covid-19 AstraZeneca tidak digunakan lagi dalam program vaksinasi atau imunisasi dan berdasarkan hasil pengawasan dan penelusuran BPOM menunjukkan bahwa saat ini vaksin Covid-19 AstraZeneca sudah tidak beredar di Indonesia.

Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro