Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Skyscanner: Sebagian Besar Pria Tak Bereskan Perlengkapan Bepergian

Bisnis.com, JAKARTA - Sebagian besar pria yang sudah berpasangan ternyata tidak membereskan sendiri perlengkapan bepergian mereka.
Bunga Citra Arum Nursyifani
Bunga Citra Arum Nursyifani - Bisnis.com 16 Agustus 2013  |  00:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Sebagian besar pria yang sudah berpasangan ternyata tidak membereskan sendiri perlengkapan bepergian mereka.

Berdasarkan hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh situs pencarian perjalanan global Skyscanner, ditemukan bahwa kurang dari separuh dari semua responden pria (44%) mengepak koper mereka sendiri dan yang mengejutkan adalah 6% dari mereka mengakui bahwa mereka tidak pernah mengepak tas mereka sendiri ketika pergi berlibur.

Bahkan, untuk perjalanan bisnis, sebanyak 27% dari responden pria mengatakan bahwa pasangan merekalah yang mengepak tas mereka.

Ter catat, sebanyak 1.000 pelancong internasional dari 12 negara di dunia berpartisipasi dalam jajak pendapat yang dilakukan pada Mei 2013 ini.

Manajer Pengembangan Pasar Skyscanner untuk Indonesia Tika Larasati mengatakan seperti sebagian besar wanita, dia percaya bahwa urusan mengepak koper dapat menentukan lancar tidaknya seluruh rangkaian liburan.

"Para pria tidak bisa menyalahkan wanita untuk membawa lebih agar selalu siap sedia dari pada menyesal kemudian. Menurut sejumlah hasil penelitian gender, dari dulu hingga sekarang, pria dan wanita pada umumnya saling pengertian dalam hal perencanaan perjalanan," ujarnya dalam rilisnya, Kamis (15/8/2013).

Alasan para pria tersebut pun bermacam-macam. Lebih dari sepertiga responden atau 35% mengatakan bahwa hal ini karena pasangan mereka tahu betul bahwa mereka akan lupa membawa barang-barang tertentu.

Satu di antara sepuluh responden mengaku kalau mereka terlalu malas untuk mengepak dan sebanyak 10% dari responden mengungkapkan kalau mereka memang meminta untuk melakukannya.

Namun, nampaknya para wanita juga punya motif tersendiri untuk rela mengepak keperluan perjalanan pasangan mereka.

Sepertiga dari para wanita yang mengepak untuk pasangan mereka percaya bahwa mereka melakukannya lebih baik, dan hampir seperlima dari responden wanita mengakui kalau mereka menikmati kegiatan itu.

10% dari para wanita tersebut mengaku bahwa mereka menyiapkan barang-barang pasangannya karena mereka senang mengatur apa yang akan dipakai oleh pasangan mereka dan 13% dari mereka mengatakan mereka ingin menyelundupkan barang-barang mereka sendiri di tas pasangannya.   

Dan sepertinya para wanita juga menggunakan kesempatan ini untuk mencuri tempat di koper pasangan mereka karena 56% dari responden wanita yang mengikuti jajak pendapat mengakui kalau mereka membawa barang-barang lebih dari pasangannya dan hanya 12% yang mengatakan sebaliknya.

Jika harus berbagi tempat di satu koper, 45% dari responden wanita mengatakan mereka mendapat tempat lebih banyak dibandingkan para pria.

Muatan yang lebih banyak ini mungkin adalah salah satu alasan mengapa wanita selalu mengepak barang-barang lebih awal dari para pria; 35% dari mereka mulai mengepak beberapa hari sebelum keberangkatan dibandingkan 20% responden laki-laki.

Sementara itu, sebanyak 44% pria mengepak pada detik terakhir, semalam sebelum hari keberangkatan atau bahkan beberapa jam sebelumnya, jumlah yang besar jika dibandingkan dengan hanya 30% responden wanita yang melakukan persiapan di saat terakhir.

Dalam jajak pendapat serupa yang dilakukan pada Juni lalu, hampir tiga perempat dari responden wanita mengatakan merekalah yang melakukan semua riset untuk perencanaan liburan dan sebagian besar pria dan wanita tidak keberatan dengan pembagian peran tersebut.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bepergian koper
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top