Lebih dari 50% Perempuan di Indonesia Mengidap Anemia. Ini Solusinya..

Bisnis.com, JAKARTA - Siti Fatmawati menderita anemia sejak dia duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Surakarta. Siti selalu merasa ada yang tidak beres dengan sistem kerja tubuhnya. Ia sering sekali pusing. Jika ia terlalu lama duduk, mencoba
Deliana Pradhita Sari
Deliana Pradhita Sari - Bisnis.com 03 September 2013  |  09:34 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Siti Fatmawati menderita anemia sejak dia duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Surakarta. Siti selalu merasa ada yang tidak beres dengan sistem kerja tubuhnya. Ia sering sekali pusing. Jika ia terlalu lama duduk, mencoba untuk berdiri pun sangat susah. Harus berpegangan pada tembok agar ia tak jatuh saking pusingnya.

Penyakitnya itu ketahuan ketika ia berniat mengikuti aksi donor darah di sekolahnya tetapi ditolak oleh dokter bersangkutan. Setelah ditelusuri lebih jauh, Hemoglobin (HB) Siti tak sampai angka normal 12. Sejak itulah, wanita yang kini berusia 24 tahun itu positif mengidap Anemia

Menurut dokter Umar Zein, Ahli Penyakit Dalam FK Universitas Prima Indonesia Medan mengatakan Anemia merupakan penyakit dimana jumlah sel darah merah atau Hemoglobin kurang dari normal atau kurang dari 12.0 gram.

“Penyakit ini rentan diderita oleh perempuan dibandingkan dengan laki-laki, dan perempuan Indonesia pengidap anemia kini mencapai angka di atas 50%,” katanya kepada Bisnis.

Hal ini karena perempuan memiliki siklus bulanan, yakni mengeluarkan darah bersih dalam fase menstruasi. Menstruasi bukanlah pengeluaran darah kotor tetapi darah bersih atau sel darah merah. Namun, masyarakat sering salah kaprah menyebutkannya sebagai darah kotor. Dari situ, perempuan kehilangan pasokan darah bersihnya.

Penyebab Anemia di antara lain keluarnya darah berlebih, gangguan pembentukan sel darah merah, gizi buruk, adanya penyakit kronis oleh penderita, macam infeksi paru-paru, TBC, liver dan adanya penyakit darah smacam leukemia dan palacemia.

Cacingan juga merupakan penyebab penyakit anemia yang tak terdeteksi. Cacing tambang akan menyebabkan pendarahan di usus besar, darah akan banyak keluar dari feses. Namun tak tampak.

Gejala-gejala Anemia dibagi menjadi 3 fase. Fase pertama adalah gejala ringan, yaitu Hemoglobin berada pada level 11. Biasanya penderita sering mengalami pusing dan kunang-kunang.

Gejala sedang yaitu Hemoglobin di antara 9-10. Dalam fase ini, penderita tampak pucat dan susah untuk berdiri ketika terlalu lama duduk atau berbaring.

Gejala berat jika Hemoglobin di bawah 6. Penderita sudah megalami sering lelah, lesu dan tak dapat fokus atau konsentrasi dan daya tangkap berkurang. Hal ini disebabkan banyaknya gangguan fungsi sel darah marah sebagai pengangkut oksigen sehingga peredaran oksigen di tubuh tak lancar.

Anemia juga dapat menyebabkan kematian jika Hemoglobin menunjuk angka 2. Hal ini dapat terjadi ketika perempuan mengalami pendarahan yang banyak saat melahirkan dan perempuan pengidap leukemia atau palacemia.

Zein mengungkapkan bahwa Anemia dapat disembuhkan selain dengan pemeriksaan rutin ke dokter sesuai tingkat level Hemoglobin juga rajin mengonsumsi zat besi yang berfungsi sebagai pembentuk sel darah merah, macam sayur-sayuran berwarna hijau. Perbanyak juga protein seperti ikan, daging dan telur.

Terakhir konsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin B12, macam remis, kepiting, tiram, ikan salmon, ikan forel, ikan haring, keju, susu dan yogurt.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perempuan, anemia

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top