Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gunung Kelud Meletus: Ancam Kesehatan, Simak Upaya Atisipasinya

Isi perut yang dikeluarkan oleh gunung meletus ternyata cukup berbahaya bagi kesehatan dan menjadi ancaman serius. Terutama bisa mengganggu sistem pernapasan, dan paru
Rahmayulis Saleh
Rahmayulis Saleh - Bisnis.com 15 Februari 2014  |  07:22 WIB
  Abu vulkanik Gunung Kelud tutupi jalan - Antara
Abu vulkanik Gunung Kelud tutupi jalan - Antara

Bisnis.com, JAKARTA—Isi perut yang dikeluarkan oleh gunung meletus ternyata cukup berbahaya bagi kesehatan dan menjadi ancaman serius. Terutama bisa mengganggu sistem pernapasan, dan paru.

Tjandra Yoga Aditama, Direktur Jenderal Pengawasan Penyakit dan Pengelolaan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan, mengatakan secara umum dampak letusan gunung berapi yang perlu diwaspadai ada dua hal. Yaitu dampak akibat padatan ataudebu, dan gas yang beracun atau potensial membahayakan.

Untuk debu, lanjut Tjandra yang juga dokter spesialis penyakit paru ini, secara umum akan mengakibatkan gangguan pernapasan dan iritasi mata. Tapi yang lebih serius adalah bila debu tersebut juga mengandung beberapa unsur logam.

Unsur-unsur logam yang perlu diwaspadai terutama adalah silika, yang secara pisik berupa butiran kecil dan sangat tajam. Bila terhirup, akan menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan.

“Akibat lebih serius bisa batuk-batuk, bahkan bisa iritasi berat pada saluran pernapasan,” kata Tjandra saat dihubungi di Jakarta, Jumat (14/2/14) malam.

Logam yang lain (bila ada), katanya, umumnya natrium, kalsium, kalium bila tercampur debu dan terhirup, maka juga menyebabkan iritasi.

Sedangkan gas, tambah Tjandra, kandungan yang dikhawatirkan adalah SO2. Sebab, dengan reaksi alam dapat membentuk unsur sulfat yang sangat iritatif, baik pada kulit, mata, dan saluran pernapasan.

Dua menuturkan CO, sifatnya mengikat oksigen, sehingga bila terhirup maka orang bisa meninggal karena kekurangan oksigen, 

Sementara NO2, ujarnya, berpotensi berubah dan menyebabkan iritasi pada mata dan pernapasan.

Untuk mengatasi dan mengurangi paparan abu vulkanik, kata Tjandra, pada prinsipnya kontak sesedikit mungkin dengan debu dan asap.

Dia menjelaskan dampaknya pada kesehatan paru  adalah berupa infeksi, bisa ISPA sampai bronkitis atau pneumonia, tergantung kadar debu dan daya tahan tubuh.  Hipersensitifitas dan alergi. Perburukan penyakit kronik paru, misalnya kalau sudah kena asma, bisa menjadi sesak napas.

Tjanda menjelaskan secara umum ada enam penyakit yang perlu diwaspadai akibat abu vulkanik ini. Yaitu:

1. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

2. Pneumonia, bronkitis dan infeksi saluran napas bawah lainnya.

3. Iritasi mata dalam bentuk radang, alergi, dan lainnya.

4. Iritasi kulit, infeksi, dan alergi.

5. Gangguan saluran cerna akan dapat terjadi kalau polutan udara akibat letusan mencemari air, tanaman, dan bahan pangan lainnya.

6. Perburukan dari penyakit kronik yang sudah lama dihadapi, baik karena daya tahan tubuh yang turun, maupun karena stres, lalai makan obat karena sibuk, dan lainnya.

Bagi masyarakat yang ingin selalu sehat, upayakan lakukan tujuh langkah pencegahan sebagai berikut:

1. Hindari ke luar rumah bila tidak perlu sekali.

2. Sementara hindari berkendara, terutama dengan sepeda motor.

2. Bila terpaksa keluar rumah, gunakan pelindung seperti helm dan memakai masker.

3. Menutup sarana air seperti sumur gali terbuka, dan penampungan air terbuka jangan terkena debu.

4. Mencuci dengan bersih semua makanan, buah, dan sayur.

5. Segera berobat ke sarana pelayanan kesehatan bila dirasakan ada yang sakit seperti batuk, sesak napasn, iritasi mata dan kulit.

6. Bila memang sudah punya penyakit kronis, maka pastikan obat rutin yang biasa dimakan harus selalu dikonsumsi.

7. Selalu melakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kesehatan hujan abu merapi gunung meletus
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top