Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IDRIS SARDI MENINGGAL: Tantowi Yahya Usul Nama Almarhum Diabadikan

Sebelum meninggal, solois biola, Idris Sardi sempat mengutarakan keinginannya agar karya-karyanya yang masih tertumpuk segera diabadikan.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 April 2014  |  15:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Sebelum meninggal, solois biola, Idris Sardi sempat mengutarakan keinginannya agar karya-karyanya yang masih tertumpuk segera diabadikan.

"Pesan beliau agar kami mengabadikan karya-karya beliau yang masih tertumpuk di kediaman beliau," ujar Tantowi Yahya saat mengunjungi rumah tempat Idris Sardi disemayamkan, di Cimanggis, Senin.

Tantowi mengatakan, karya-karya tersebut adalah lagu-lagu yang menjadi soundtrack beberapa film.

"Sampai hari ini masih proses realisasi," ungkapnya.

Menurut Tantowi, Idris Sardi bukan saja tokoh besar tetapi juga pelaku sekaligus saksi perjalanan musik di Indonesia.

Tantowi mengatakan, Idris adalah seorang yang sudah berkarir di dunia musik sejak era 50-an, sebelum musik menjadi komoditas komersial seperti sekarang ini.

"Untuk itu, kami ingin menjadi pelopor mendesak pemerintah mengabadikan nama almarhum sebagai nama jalan, fasilitas gedung, dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan musik, karena menurut kami, sosoknya layak diabadikan," ujarnya.

Idris Sardi (75) menghembuskan nafas terakhir Senin pagi (27/4/2014) pukul 07.28 WIB di Rumah Sakit Meilia Cibubur. Almarhum meninggalkan tiga anak, tiga istri, empat cucu.

Ia lahir di Jakarta 7 Juni 1938. Anak dari M Sardi, pemain biola Orkes RRI Studio Jakarta.(ant/yus)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Idris Sardi Wafat

Sumber : Newswire

Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top