Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pahami Perubahan Diri Saat Masuki Usia 40-50 Tahun

Seseorang memasuki usia 40-50 tahun, baik perempuan maupun laki-laki, perlu mamahami perubahan fisik, hormonal, dan emosi serta persepsi tentang kehidupan dirinya.
Nurudin Abdullah
Nurudin Abdullah - Bisnis.com 16 Desember 2014  |  17:58 WIB
Pahami Perubahan Diri Saat Masuki Usia 40-50 Tahun
Seorang ibu paruh baya membawa anak saat mencoblos pilkada. Pahami perubahan diri saat memasuki usia 40-50 tahun - Bisnis

Bisnis.com, TANGSEL-Seseorang memasuki usia 40-50 tahun, baik perempuan maupun laki-laki, perlu mamahami perubahan fisik, hormonal, dan emosi serta persepsi tentang kehidupan dirinya.

Elly Risman, Psikolog dan Direktur Yayasan Kita dan Buah Hati, mengatakan pemahaman terhadap berbagai perubahan yang terjadi pada diri itu sangat penting untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

“Usia paruh baya atau midlife dengan segala perubahannya itu harus difahami,” katanya dalam talk show Tetap sehat, cantik & bahagia di usia matang, yang digelar Perkumpulan Bakti Sosial Ibu-Ibu Bintaro Jaya, Tangsel, Selasa (16/12//2014).    

Menurutnya, memahami perubahan diri sangat penting untuk mencegah terjadinya stres yang antara lain untuk laki-laki dipicu oleh lapangan kerja yang menyempit, kesempatan yang tidak bisa diraih, dan harapan belum direalisasikan semua.

Sementara itu bagi perempuan, diantaranya karena penyusutan hormonal yaitu saat memasuki menopause, emosi kacau, banyak yang dirasakan di badan, selalu melayani tidak dilayani, serta merasa kejepit antara urusan anak dan orang tuanya.

Dia menjelaskan untuk mencegah stres atau krisis challenge antara lain dengan menerima transisi yang tidak dapat dielakkan tersebut dan menyelesaikan urusan dengan diri sendiri.

Serta dengan melakukan pekerjaan mulia, menerima kenyataan, komunikasikan kebutuhan, melakukan kompensasi, keseimbangan, pertubuhan spiritual, bersyukur dengan semua yang dimiliki dan optimistis.

Elly mengibaratkan semua orang kena hujan, tetapi tidak semua orang meyiapkan payung, atau kadang hal-hal buruk terjadi pada orang baik, tidak ada pengecualian, semua orang punya peristiwa karena siklus kehidupan.

“Kita tidak pernah menyiapkan diri untuk hal-hal yang tidak bisa dijelaskan, tidak diharapkan dan buruk, karena kita tidak percaya bawah itu bisa terjadi,” ujarnya.

Menurutnya, jika hal yang tidak diingingkan itu terjadi maka langkah yang ditempuh adalah dengan mengenali masalahnya dan terima, serta selesaikan komunikasi diri sendiri dahulu.

Selanjutnya, bersabar, ihlas dan tawakkal serta peliharalah keseimbangan keluarga, istiqomah dan senantiasa pasrah serta komunikasikan dengan pasangannya yakni suami atau istri. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasangan suami istri
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top