Caravansary, Koleksi Busana Muslim dari 4 Desainer di IFW 2015

Empat perancang busana muslim memperagakan koleksi dengan tema utama Caravansary di Indonesia Fashion Week 2015 yang digelar di Jakarta Convention Center.
Reni Efita | 02 Maret 2015 06:48 WIB
Koleksi Tuty Adib dan Nuniek Mawardi di IFW 2015 - JIBI/Reni Efita

Bisnis.com, JAKARTA- Empat perancang busana muslim memperagakan koleksi dengan tema utama Caravansary di Indonesia Fashion Week 2015 yang digelar di Jakarta Convention Center, Jumat (27/2/2015).

Keempat berancang mode itu adalah Nuniek Mawardi, Nieta Hidayani, Si-Se-Sha by Merry Pramono, dan Tuty Adib.

Caravansary berarti tempat pemberhentian sejenak di dalam satu perjalanan yang jauh. Meski mengambil tema besar yang sama, keempat desainer ini tetap menghasilkan koleksi yang berbeda dengan ciri khasnya masing-masing.

Nuniek Mawardi dengan tema Future Caravansary, Nieta Hidayani dengan Line de feu (bulan api), Si.Se.Sha by Merry Pramono dengan tema Tulipo, dan Tuty Adib dengan Kanasih.

Nuniek mengambil inspirasi dari perjalanan kafilah yang melalui gurun pasir. Warna gurun itu diambilnya sebagai pilihan warna busana.

Dalam satu perjalanan itu, katanya, ditemukan banyak artefak. Lalu artefak-artefak itu diwujudkan ke dalam bentuk aksen pada bagian depan rok. Artefak itu dibuatnya dengan menggunakan kain-kain daur ulang menjadi bentuk yang bernilai seni.

Nuniek juga menghadirkan penambahan kapuchon pada kerudung bergok, sehingga terlihat tampil beda dengan tahun-tahun sebelumnya. Busana itu tampil elegan dan feminin dengan potongan A-line.

Berbeda dengan rancangan Nieta yang mengangkat kain ulos dengan rancangan busana gaya global.

Dari bahan tenun ulos yang berkesan keras itu dirancang berupa atasan yang berkesan feminin dipadukan dengan rok lebar.

"Saya coba bawa tenun yang keras,dijadikan feminin, lembut, elegan," kata Nieta setelah peragaan busana itu.

Kemudian Tuty mengangkat tradisi lokal dari Jawa, melalui tema Kinasih yang terinspirasi untuk berdiam, merenung kembali tradisi masa lalu, dan dikemas secara modern.

Inspirasi tradisi itu dapat berupa motif, wiru, dodot, dan kebaya Jawa. Motif-motifnya antara lain motif parang dan kaung yang dipadukan dengan kemegahan struktur candi.

"Motif batik tradisional saya tampilkan secara modern," kata Tuty.

Selain motif, Tuty juga mengambil inspirasi dari wiru dan kebaya khas Jawa. Melalui busana itu, Tuty mewujudkan suatu kebahagiaan dan keharmonisan.

Dia memadukan warna klasik hitam, putih dan diberikan sentuhan pink, atau abu dan pink. Sementara bahan yang digunakan antara lain batik, tenun, sutra, dan sutra organdi.

Secara keseluruhan, busana rancangan Tuty tampil anggun, elegan, dan modern. (Bisnis.com)

Tag : indonesia fashion week, fashion week
Editor : Andhina Wulandari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top