Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Atasi Kemandulan, Kini Sperma Bisa Ditumbuhkan di Laboratorium

Para ahli menemukan terobosan baru mengatasi ketidaksuburan pria yang menjadi masalah besar saat ini. Namun, temuan ini mengundang kontroversi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 Mei 2015  |  10:15 WIB
Ilustrasi sperma - medicaldaily.com
Ilustrasi sperma - medicaldaily.com

Bisnis.com, JAKARTA— Para ahli menemukan terobosan baru mengatasi ketidaksuburan pria yang menjadi masalah besar saat ini. Namun, temuan ini mengundang kontroversi.

Sel sperma manusia bisa ditumbuhkan di laboratorium untuk pertama kalinya di Prancis. Banyak pihak berharap terobosan ini bisa menjadi alternatif pengobatan ketidaksuburan pada kaum pria.

"Pada akhir 2014, spermatozoa manusia bisa sepenuhnya terbentuk di laboratorium, menggunakan biopsi testis pasien yang mengandung sel-sel germinal yang belum matang, atau spermatogonium," pernyataan Laboratorium Kallistem di Lyon, yang melakukan penelitian.

Menurut mereka, langkah ini membuka jalan bagi terapi inovatif untuk melestarikan dan mengembalikan kesuburan pria, yang menjadi masalah besar saat ini. Ilmuwan di laboratorium itu mengutip data yang menyebut jumlah spermatozoa menurun hingga 50 persen selama 50 tahun terakhir.

Spermatogenesis, proses di mana sel-sel reproduksi dasar atau sel germinal berkembang menjadi sel sperma, merupakan salah satu proses reproduksi yang sangat kompleks. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 72 hari dalam tubuh manusia.

Infertilitas memengaruhi setidaknya 10 persen dari pasangan, dan sepertiga dari kasus ini yang berkaitan dengan masalah kesuburan pria, yang sering bersifat genetik. Cacat yang paling umum terjadi adalah hilangnya bagian kromosom Y, yang berhubungan dengan produksi sperma yang sedikit atau tidak ada sama sekali.

Berdasarkan proses baru, para ahli akan mampu mengekstrak sel reproduksi dari testis pria dan kemudian membekukannya sampai sang pria ingin memiliki anak.

Terlalu Berani

Penelitian yang belum dipublikasikan dalam jurnal ilmiah ini disambut para ahli reproduksi dengan hati-hati. Profesor Allan Pacey, dari University of Sheffield, mengatakan klaim ini terlalu berani.

Sebelum diakui melalui sebuah jurnal ilmiah yang kredibel, katanya, publik harus tetap skeptis.

"Klaim seperti ini sering menyebabkan sakit hati pasangan infertil yang melihatnya sebagai harapan namun tidak pernah diterjemahkan ke dalam prosedur yang aplikatif," katanya.

Joyce Harper, profesor genetika manusia dan embriologi di University College London, mengatakan temuan ini merupakan langkah besar yang sangat menarik. Namun, dia menambahkan langkah ini masih tahap awal.

"Harus ada sejumlah studi yang perlu dilakukan segera," katanya.

Tahun lalu, para peneliti di Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka berhasil menggunakan kulit dari pria infertil untuk menciptakan sperma. Caranya, sampel genetik direkayasa untuk mengasumsikan sifat sel induk embrionik sebelumnya.

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sperma

Sumber : Tempo.co

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top