Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kak Seto: Tetangga Wajib Lapor Jika Ada Kekerasan Anak

Terkuaknya kasus kekerasan yang dilakukan oleh ibu kandung yang menggergaji anaknya membuat pemerhati anak, Seto Mulyadi turut prihatin.
Yulianisa Sulistyoningrum
Yulianisa Sulistyoningrum - Bisnis.com 04 Juli 2015  |  22:30 WIB
PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA  Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi memberikan keterangan pers seusai Deklarasi Gerakan Semesta Perlindungan Anak di Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta, Rabu (12 - 3). Beberapa isu yang diusung diantaranya pelaksanaan kampanye ramah anak, pengawasan persiapan pemberlakuan UU Sistem Peradilan Pidana Anak, dan Pengawasan Pencegahan Pornografi Anak.
PERLINDUNGAN ANAK INDONESIA Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Seto Mulyadi memberikan keterangan pers seusai Deklarasi Gerakan Semesta Perlindungan Anak di Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta, Rabu (12 - 3). Beberapa isu yang diusung diantaranya pelaksanaan kampanye ramah anak, pengawasan persiapan pemberlakuan UU Sistem Peradilan Pidana Anak, dan Pengawasan Pencegahan Pornografi Anak.

Bisnis.com, JAKARTA - Terkuaknya kasus kekerasan yang dilakukan oleh ibu kandung yang menggergaji anaknya membuat pemerhati anak, Seto Mulyadi turut prihatin.

Menurut pria berkacamata yang akrab disapa Kak Seto ini kasus ibu menggergaji anak di Cipulir Jakarta Selatan bukanlah kasus baru. Anak laki-laki berusia 12 tahun ini mengaku telah menerima perlakuan kasar dari orangtuanya sejak dua tahun terakhir. Mirisnya, tetangga sekitar rumah GT yang telah mengetahuinya sejak lama justru bungkam dan tidak ingin mencampuri urusan keluarga orang lain.

"Begitu sudah parah, baru melapor. Padahal seharusnya sudah bertindak sejak awal," kata Kak Seto.

Ia berpendapat kekerasan terhadap anak bukanlah urusan pemerintah saja, melainkan juga masyarakat umum. Karenanya, masyarakat diharapkan tidak ragu-ragu melapor ke pihak berwajib ketika melihat ada anak yang dianiaya orang tuanya.

Seto kemudian merujuk pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak. "Dalam UU itu jelas bahwa siapapun yang melihat tindak kekerasan terhadap anak tetapi mendiamkan saja bisa dikenai hukuman pidana selama 5 tahun," katanya.

Sayangnya, kata Seto, sosialisasi UU tersebut tidak sampai ke masyarakat. Maka tak jarang, masih banyak yang takut melaporkan kasus kekerasan anak kepada pihak yang berwajib. "Harus ada tindakan pencegahan terjadinya kekerasan terhadap anak. Setidaknya, ada pelaporan ke RT atau RW," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kak seto kekerasan anak
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top