Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indonesia Butuh Banyak Tenaga Asuhan Paliatif

Asuhan paliatif merupakan perawatan yang tidak hanya menekankan pada gejala-gejala fisik seperti penanganan nyeri. Namun, lebih pada aspek emosional, psikososial-ekonomis, dan spiritual.n
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 18 Oktober 2015  |  21:18 WIB
Indonesia Butuh Banyak Tenaga Asuhan Paliatif
Ilustrasi - hrinc.com

Bisnis.com, JAKARTA - Asuhan paliatif merupakan perawatan yang tidak hanya menekankan pada gejala-gejala fisik seperti penanganan nyeri. Namun, lebih pada aspek emosional, psikososial-ekonomis, dan spiritual.

Berdasarkan data World Health Organization (2015), lebih dari 40 juta orang membutuhkan asuhan paliatif setiap tahunnya tetapi hanya 14% yang memperolehnya. Bahkan hanya 60 sampai 90% pasien penderita kanker mengalami kesakitan level sedang sampai parah, dan kondisi ini juga dialami oleh 60 sampai 80% pasien penderita AIDS.

Pendiri Yayasan Rumah Rachel yang bergerak pada asuhan paliatif, Lynna Chandra mengatakan asuhan ini sangat penting dilakukan yakni ketika penanganan medis sudah tidak bisa lagi maksimal. Selain itu di Indonesia sendiri lembaga kesehatan juga masih jauh dari kata cukup.

“Negara ini menjamin kesehatan masyarakatnya saja setelah 70 tahun merdeka, sedangkan 7 dari 10 orang yang hidup dengan diabetes mengalami komplikasi, antara lain kebutaan dan amputasi yang mengurangi kualitas hidupnya. Ini menunjukkan betapa besarnya kebutuhan terhadap asuhan paliatif,” kata Lynna saat peringatan Hari Paliatif Internasional di Jakarta pekan ini.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menyatakan ada sekitar 12 juta penderita diabetes di Indonesia (proporsi 6,9% penduduk berusia ≥ 15 tahun) dan lebih dari 330.000 penderita kanker (prevalensi 1,4 per 1000 penduduk).

Sedangkan data Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, hingga September 2014 terdapat 22.869 penderita HIV di Indonesia. Penyakit-penyakit kronis dan mengancam jiwa tersebut selain membawa risiko kematian juga berdampak terhadap kualitas hidup penderita dan keluarga mereka.

Upaya Lynna membangun Yayasan Rumah Rachel untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya layanan paliatif. Dengan asuhan paliatif pasien serta keluarga tidak hanya fokus pada sisa umurnya, tetapi nilai kebersamaan yang masih bisa dinikmati.

“Sayangnya kami baru memiliki 5 tenaga paliatif yang sudah memenuhi standar, selebihnya kami membangun jaringan melalui edukasi pada masyarakat yang berminat dengan asuhan paliatif ini dan Indonesia masih butuh lebih banyak lagi tenaga asuh paliatif,” ujar Lynna.

Yayasan Rumah Rachel sendiri telah memberikan layanan paliatif sejak tahun 2008, saat ini telah menjangkau 2088 pasien dan keluarga, melatih 312 mahasiswa keperawatan, 1.619 tenaga kesehatan, dan 1.817 anggota komunitas.

“Asuhan paliatif harus tersedia dan diakses oleh semua masyarakat yang membutuhkan, kami berharap asuhan paliatif dapat menjadi bagian dari sistem kesehatan di Indonesia, sesuai dengan rekomendasi World Health Organization (WHO) di World Health Assembly 2014, dan materi asuhan paliatif dapat menjadi bagian dari kurikulum pendidikan tenaga kesehatan di negeri ini,” kata Lynna.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inhealth
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top