Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penderita AIDS yang Terapi ARV di Seluruh Dunia Naik 7 Kali Lipat

Badan PBB untuk AIDS (UNAIDS) melaporkan dalam 10 tahun terakhir jumlah penderita AIDS yang menjalani terapi Antiretroviral (ARV) di seluruh dunia telah meningkat tujuh kali lipat dari 2,2 juta orang pada 2005 menjadi 15,8 juta orang pada Juni 2015.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 30 November 2015  |  14:17 WIB
Penderita AIDS yang Terapi ARV di Seluruh Dunia Naik 7 Kali Lipat
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Badan PBB untuk AIDS (UNAIDS) melaporkan dalam 10 tahun terakhir jumlah penderita AIDS yang menjalani terapi Antiretroviral (ARV) di seluruh dunia telah meningkat tujuh kali lipat dari 2,2 juta orang pada 2005 menjadi 15,8 juta orang pada Juni 2015. 

Michel Sidibé, Direktur Eksekutif UNAIDS, menuturkan menjelang peringatan Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2015, UNAIDS meluncurkan laporan AIDS global 2015. Laporan tersebut memaparkan kemajuan dan tantangan dalam penanggulangan AIDS selama 15 tahun terakhir. 

Pada akhir 2014, UNAIDS memperkirakan terdapat sekitar 36,9 juta orang hidup dengan HIV secara global. Terapi yang terus didorong untuk penanggulangan AIDS secara global adalah terapi antiretroviral (ARV).

"Terapi ARV juga telah menyelamatkan banyak jiwa dengan mencegah progresi ke arah AIDS. Dengan terapi ARV, resiko penularan pun dapat dihindari seminimal mungkin sehingga terapi ARV dianggap merupakan salah satu cara pencegahan penularan HIV yang efektif," ujar Sidibe dalam keterangan pers, Senin (30/11/2015). 

Kendati cukup efektif, UNAIDS mengungkap baru 42,8% penderita HIV yang menjalani terapi ARV atau 15,8 juta hingga Juni 2015. Jumlah tersebut, lanjutnya, telah meningkat dua kali lipat dibandingkan jumlah pada 2010 sebesar 7,5 juta orang dan tujuh kali lipat dibandingkan jumlah pada 2005 sebesar 2,2 juta orang. 

“Setiap lima tahun kita memiliki lebih dari dua kali lipat jumlah orang yang menjalani terapi ARV dan yang terselamatkan jiwanya,” tutur Sidibé. 

Dalam laporan tersebut, UNAIDS memperkirakan infeksi HIV baru telah turun 35% dari puncaknya pada 2.000 dan kematian karena AIDS telah turun 42% sejak puncaknya pada 2004.

"Walaupun saat ini diperkirakan sebanyak 15,8 juta orang dengan HIV telah menjalani terapi ARV, terdapat sejumlah orang dengan HIV dengan besaran yang sama yang belum memulai terapi ARV dan atau mengetahui status HIV-nya," imbuhnya. 

Untuk dapat menghentikan epidemi AIDS, lanjut Direktur Eksekutif UNAIDS, diagnosis dini HIV dan akselerasi terapi ARV pada orang dengan HIV perlu dilipatgandakan agar semua orang dengan HIV dapat menerima manfaatnya. 

"UNAIDS menyerukan agar negara-negara di dunia segera melakukan akselerasi diagnosis dini HIV dan terapi ARV sesegera mungkin pada orang dengan HIV," tegasnya. 

Seruan ini sejalan dengan visi yang ingin dicapai oleh Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 yang diluncurkan pada September 2015 oleh negara-negara anggota PBB. Salah satu target SDGs bidang kesehatan adalah segera mengakhiri AIDS pada 2030 dengan melakukan percepatan upaya penanggulangan AIDS secara global.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hiv/aids
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top