Jangan Pijat Cedera Engkel dan Lutut. Ini Alasannya

-Kalangan dokter melarang jika kecelakaan pada sendi yang berakibat pada pembengkakan dan nyeri seperti pada engkel, lutut dan pangkal paha diberikan tindakan urut.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 26 April 2016  |  08:23 WIB
Jangan Pijat Cedera Engkel dan Lutut. Ini Alasannya
Cedera lutut. - Bisnis.com

Bisnis.com, MEDAN--Kalangan dokter melarang jika kecelakaan pada sendi yang berakibat pada pembengkakan dan nyeri seperti pada engkel, lutut dan pangkal paha diberikan tindakan urut.

President Indonesia Orthopedic Society for Sports Medicine and Arthroscopy (IOSSMA) Bobby Nelwan mengatakan urat tidak pernah salah, tetapi terluka. Dia menegaskan bila urat sudah terluka jangan dikucek-kucek dengan mengurut.

"Penangangan pertama adalah istirahat, lalu dikompres dengan es minimal 10 menit," ungkapnya di Medan, pekan lalu.

Dia mengungkapkan jika terjadi pembengkakan dan nyeri pada sendi maka harus dilakukan pemeriksaan untuk mengantisipasi dampak yang lebih buruk lagi. Bila nyeri sudah menyerang, katanya, tubuh harus diistirahatkan dari aktivitas olahraga hingga tiga bulan.

Kondisi yang acap kali di kalangan masyarakat, jika kaki terkilir dan nyeri, penanganan yang dilakukan adalah mengurut. Menurutnya, kebiasaan itu harus segera dihindari untuk mengurangi luka pada urat.

Bobby menyarankan agar masyarakat melakukan berbagai persiapan sesuai dengan olahraga masing-masing dan kemampuan diri. Seperti lari, tidak hanya pemanasan tetapi juga harus tahu perlengkapan yang akan dipakai mulai dari pakaian hingga sepatu sesuai dan begitu juga olahraga lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Cedera Lutut

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top