Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pertama di AS, Pria 64 Tahun Sukses Transplantasi Organ Kelamin

Seorang pasien kanker berusia 64 tahun berhasil menjalani operasi transplantasi penis pertama di Amerika Serikat (AS). Prosedur ini dapat membantu banyak korban kecelakaan dan sebagian veteran perang yang kehilangan anggota tubuh akibat ledakan bom.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 17 Mei 2016  |  21:31 WIB
Pertama di AS, Pria 64 Tahun Sukses Transplantasi Organ Kelamin
Ilustrasi - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Seorang pasien kanker berusia 64 tahun berhasil menjalani operasi transplantasi penis pertama di Amerika Serikat (AS). Prosedur ini dapat membantu banyak korban kecelakaan dan sebagian veteran perang yang kehilangan anggota tubuh akibat ledakan bom.

Pasien yang mendapat transplantasi penis itu, Thomas Manning, dari Halifax, Massachusetts, Boston, kini telah berangsur-angsur pulih setelah menjalani operasi selama 15 jam pada 8-9 Mei 2016 di Rumah Sakit Umum Massachusetts.

Dokter yang melakukan operasi tersebut optimistis Manning dapat segera kembali membuang air kecil secara normal dan alat vitalnya tersebut dapat berfungsi lagi secara seksual. Kanker penis menyebabkan alat vitalnya terpaksa dipotong pada 2012.

Seperti yang dilansir New York Times, 16 Mei 2016, tim dokter mengatakan tingkat psikologis Manning memainkan peran penting dalam proses penyembuhannya. "Secara emosional, dia baik. Saya kagum dengan cara Manning menangani hal ini. Dia seorang yang positif,” kata salah seorang dokter bedah dalam tim operasi itu, Curtis Cetrulo.

Cetrulo menambahkan, biaya untuk melakukan operasi tersebut sekitar US$ 50 ribu atau sekitar Rp 665,2 juta.

"Saya berharap bisa melihat masa depan lebih cerah untuk operasi transplantasi jenis ini," kata Manning, yang sampai kini masih lajang dan belum memiliki anak.

Pendonor alat vital bagi Manning adalah seseorang yang telah meninggal dunia dan identitasnya tidak diungkapkan. Sebelumnya, ada dua transplantasi penis yang telah dilaporkan, yakni di Cina pada 2006, namun gagal. Satunya lagi di Afrika Selatan pada 2014. Pria di Afrika Selatan itu kini sudah memiliki seorang anak berkat penis barunya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Transplantasi Organ

Sumber : Tempo

Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top