Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dewari Swari & Sekar Pentas di Ruang Kreatif

Garin Nugroho bersama Galeri Indonesia Kaya membentuk gagasan seni pertunjukan yang diberi judul Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia bersama Garin Nugroho.
Ramdha Mawaddha
Ramdha Mawaddha - Bisnis.com 06 Maret 2017  |  02:31 WIB
Seniman Garin Nugroho - Bisnis.com/Duwi Setiya Ariyanti
Seniman Garin Nugroho - Bisnis.com/Duwi Setiya Ariyanti

Bisnis.com, JAKARTA - Garin Nugroho bersama Galeri Indonesia Kaya membentuk gagasan seni pertunjukan yang diberi judul Ruang Kreatif: Seni Pertunjukan Indonesia bersama Garin Nugroho.

Sebanyak 10 pemenang dari 25 peserta yang berhasil mengikuti workshop, akan tampil perdana di Auditorium Galeri Indonesia Kaya pada setiap akhir pekan pada Maret 2017 sampai dengan 2 April 2017.

“Bersama Garin, kami ingin terus mendukung komunitas seni sekaligus menumbuhkan bakat-bakat baru kreator seni dan generasi muda dalam seni pertunjukan Indonesia,” tutur Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian, dalam siaran pers yang diterima Bisnis pada Minggu (5/3/2017).

Pada Minggu, komunitas seni Dewari Swari & Sekar (Seniman Karangasem) berkesempatan tampil di Auditorium Galeri Indonesia Kaya dengan menampilkan pertunjukan yang berjudul Gebug Light - Bala Samar.

Menampilkan sebuah tarian yang dipertunjukan dalam panggung gelap yang terilhami beberapa pertunjukan sakral di Bali, di mana penari adalah medium oleh para dewa-dewi ataupun roh halus yang disucikan turun ke dunia.

Konsep menari dalam gelap ini mencoba mewujudkan realitas tersebut melalui tubuh penari sebagai ekspresi roh yang merasuki dan corak warna-warni yang nampak dalam pertunjukannya.

Kreator mencoba mentransformasikan motif-motih kain Songket khas Karangasem yang sebetulnya merupakan artefak pola hidup masyarakat Karangasem pada tubuh penari sebagai media, menggunakan cat ultraviolet yang dapat dilihat dalam gelap.

Gebug Light - Bala Samar berbicara mengenai salah satu tradisi budaya Desa Seraya, Kabupaten Karangasem yang dilaksanakan terkait saat mulai musim kemarau, yaitu Gebug Ende (Perang Rotan).

Masyarakat Seraya mengadakan tradisi religius untuk memohon turunnya hujan. Permohonan tersebut kemudian diimplementasikan melalui gelaran tradisi Gebug Ende.

Darah para petarung dianggap dapat mengundang hujan. Ketangguhan atau keberanian ini berasal dari masyarakat Seraya yang dahulu merupakan ‘tangan kanan’ Raja Karangasem yang memerintah pada waktu itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

garin nugroho bakti budaya djarum foundation
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top