Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Djenar Maesa Ayu Jadi Ibu Tiri di Film “Kartini”

Penulis Djenar Maesa Ayu mengaku lebih senang berada di balik layar, meski dia sudah beberapa kali berakting dalam film.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Maret 2017  |  13:46 WIB
Djenar Maesa Ayu di film "Kartini". - Istimewa
Djenar Maesa Ayu di film "Kartini". - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Penulis Djenar Maesa Ayu mengaku lebih senang berada di balik layar, meski dia sudah beberapa kali berakting dalam film.

Namun, tawaran peran menjadi ibu tiri Kartini yang diperankan Dian Sastrowardoyo mendorongnya untuk kembali ke depan layar.

“Apalagi beberapa tahun terakhir, memang saya lebih berkonsentrasi untuk membuat film. Tetapi, saya percaya bahwa esensi hidup itu yang utama adalah belajar," kata Djenar dalam siaran pers.

Djenar berperan sebagai tokoh R.A. Moeryam, istri kedua pejabat pemerintah Raden Mas Aryo Sosroningrat dalam film "Kartini".

Penulis "Mereka Bilang Saya Monyet!" ini mengatakan Moeryam adalah karakter perempuan tegas, kuat dan membela kehormatan kaum Hawa.

Namun, pada zaman itu satu-satunya jalan yang ia tahu untuk menaikkan martabat perempuan adalah menjadi Raden Ayu yang harus menikahi laki-laki berkedudukan baik.

Memerankan peran sebagai istri kedua seorang pejabat pemerintah merupakan peran yang tak terlupakan bagi Djenar.

"Kalau sebagai karakter, bisa dibilang ini bertolak belakang dengan apa yang saya yakini sehari-hari," ujar Djenar.

Dalam tulisan-tulisannya, Djenar menanamkan nilai kesetaraan pria dan wanita. Selain itu, perempuan juga tidak harus selalu bergantung pada lelaki.

Film ini juga dibintangi Dwi Sasono yang berperan sebagai suami Kartini, Raden Adipati Joyodiningrat.

Bahasa Jawa dalam dialog menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Dwi.

"Walaupun saya orang Jawa, tapi bahasa Jawa saya berantakan," kata Dwi.

Demikian juga dengan Acha Septriasa yang berakting sebagai Roekmini, adik Kartini.

Bila Dwi Sasono terkendala bahasa Jawa, Acha merasa kesulitan karena harus mengucapkan dialog dalam bahasa Belanda.

Pada era Kartini, bangsawan memang terbiasa bicara dalam bahasa Jawa dan Belanda.

"Walaupun dialog bahasa Belanda saya tidak sebanyak dialog mbak Dian atau Om Deddy Sutomo, tapi itupun sudah lumayan berat buat saya," ungkap Acha.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

film nasional

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top