Ini Alasan Kaum Lelaki Harus Aktif Urus Rumah Tangga

Ketua Dewan Pembina Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) Shinta W. Kamdani berpendapat laki-laki punya hak dan kewajiban pula untuk terlibat aktif dalam pengasuhan anak dan mengurus rumah tangga. Oleh karena itu, tuturnya, pembicaraan mengenai keluarga harus juga menjadi urusan laki-laki.
Dika Irawan | 24 Mei 2017 01:17 WIB
Hubungan anak dan orangtua - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Ketua Dewan Pembina Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) Shinta W. Kamdani berpendapat laki-laki punya hak dan kewajiban pula untuk terlibat aktif dalam pengasuhan anak dan mengurus rumah tangga. Oleh karena itu, tuturnya, pembicaraan mengenai keluarga harus juga menjadi urusan laki-laki.

“Apabila membicarakan peran perusahaan, para pemimpin perusahaan baik perempuan maupun laki-laki sudah seyogyanya menunjukkan komitmen yang setara,” ujarnya, Selasa (23/5/2017).

Shinta melihat hal tersebut mensyaratkan perubahan norma di masyarakat, bukan hanya merubah peraturan perusahaan atau kebijakan pemerintah. Sebab dorongan peningkatan partisipasi perempuan serta dorongan pekerja perempuan mengambil posisi pengambil keputusan di perusahaan berarti memperbesar beban ganda perempuan.

“Saat ini saja pekerja perempuan mengerjakan pekerjaan rumah tangga, di luar waktu kerja kantornya, dua kali lebih lama daripada laki-laki. Sudah saatnya kita membicarakan pembagian kerja rumah tangga atau unpaid care work yang lebih setara antara perempuan dan laki-laki.”

Di sisi lain konsekuensinya pekerja laki-laki harus juga diberikan kesempatan yang lebih setara untuk mengambil cuti merawat bayi dan anaknya, tanpa dibebani stigma tertentu. Menurut Shinta di negara seperti Swedia atau Jerman, pekerja laki-laki juga berhak mendapatkan cuti melahirkan atau mengurus bayi yang sama lamanya dengan pekerja perempuan.

“Inilah mungkin contoh yang masih jauh dari situasi di Indonesia.“

Bagaimana pun, ujarnya, pembahasan kesetaraan gender ini harus sampai ke tingkat pemerintah. Maka dari itulah, Shinta mengatakan, pihaknya bersama-sama mendorong pemerintaha agar menciptakan peraturan atau regulasi yang mendukung keberpihakan terhadap perempuan di tempat kerja.

Tag : laki, suami
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top