Ekspatriat, Pilih Hong Kong atau Singapura?

Hong Kong dan Singapura menjadi kota yang sering menarik perhatian ekspatriat, mungkin juga termasuk Anda, dalam berkarier. Bagi Anda yang hendak memilih dua lokasi tersebut, bisa melihat sedikit pertimbangan berikut ini.
Kurniawan A. Wicaksono | 29 Juni 2017 16:40 WIB
Wajah Hong Kong dari ketinggian - Reuters/Bobby Yip

Bisnis.com, JAKARTA – Hong Kong dan Singapura menjadi kota yang sering menarik perhatian ekspatriat, mungkin juga termasuk Anda, dalam berkarier. Bagi Anda yang hendak memilih dua lokasi tersebut, bisa jadi melihat sedikit pertimbangan berikut ini. 

Seperti dilansir dari Bloomberg pada Kamis (29/6/2017), setidaknya ada tujuh aspek yang bisa menjadi pertimbangan awal Anda memilih antara Hong Kong atau Singapura sebagai tempat berkarier bahkan tinggal bersama keluarga Anda.

Pertama, gaji Anda. Gaji tertinggi di Hong Kong untuk pekerjaan di industri keuangan sekitar 25% lebih tinggi dari pada rata-rata di Singapura. Hal ini ditemukan berdasarkan data yang dikumpulkan Bloomberg dari survei gaji 2017 perusahaan perekrutan Robert Walters PLc. Tren seperti ini berlaku untuk sebagian besar industri.

Adapun, pajak penghasilan (PPh) orang pribadi di dua kota ini relatif rendah. Tingkat teratas PPh untuk penghasilan di atas US$230.500 pertama adalah 22%. Sementara, di Hong Kong, tingkat teratas yakni 17%.

Kedua, aliran belanja uang Anda. Kota ini telah menyalip Tokyo sebagai daerah termahal di kawasan,kedua secara keseluruhan di dunia untuk ekspatriat, dan hanya berada di belakang ibu kota Angola. Hal ini didasarkan pada survei terakhir terkait biaya hidup dari firma konsultasi ECA internasional. Sebaliknya, Singapura berada di urutan 24 dalam daftar itu.

Survei tersebut melacak biaya barang, mulai dari belanjaan hingga bir dan tembakau (rokok). Survei hingga sekarang tidak mencakup pengeluaran seperti sewa dan uang sekolah.

Berdasarkan laporan Deutsche Bank AG pada 2017 terkait harga konsumen global - dengan mengumpulkan masukan dari ribuan orang yang lapor terkait harga yang mereka bayar di berbagai negara – pajak alkohol di Singapura lebih tinggi dari Hong Kong.

 

Ketiga, harga perumahan Anda. Tidak bisa dipungkiri, bagi kebanyakan orang, biaya terbesar yakni perumahan, kecuali ada perusahaan yang masih menawarkan paket perumahan. Paket ekspat untuk kedua kota telah turun dalam kurun 5 tahun terakhir.

Menurut survei MyExpatriate Market Pay ECA, paket ekspat di Hongkong turun sekitar 2% menjadi US$265.500, sedangkan di Singapura turun 6% menjadi US$235.500. Biaya perumahan di Hong Kong jelas lebih tinggi dari pada di Singapura.

Hal serupa juga sama ketika Anda menyewa hunian. Secara keseluruhan, sewa di Hong Kong sekitar 47% lebih mahal. Menurut Patrick Groth, Direktur Regional Asia untuk perusahaan relokasi Crown World Mobility, biaya perumahan merupakan hal yang paling merugikan saat ini di Hong Kong.

Keempat, bisnis dan investasi Anda. Investasi lokal selama bertahun-tahun terbukti lebih baik di Hong Kong. Investor real estate telah melihat harga rumah sekunder melonjak hingga 400%, sejak penurunan harga properti pada 2003. Pasar saham Hong Kong juga telah mengalahkan Singapura selama lima tahun terakhir.

 

 

Namun demikian, Singapura mengalahkan Hong Kong dari sisi harga bagi perusahaan. Dari laporan DTZ / Cushman & Wakefield pada tahun lalu, biaya di Hong Kong lebih tinggi, di saat Singapura masih bisa menawarkan sewa kantor yang lebih murah.

Kelima, harga pengendara terutama mobil pribadi. Singapura bisa jadi menjadi tempat paling mahal di dunia untuk pengendara karena peraturan dan biaya yang dirancang untuk mencegah lalu lintas berubah kacau seperti di Jakarta, Manila, Bangkok, dan kota-kota Asia Tenggara saat pendapatan meningkat.

Di Singapura, pengemudi harus mengajukan permohonan sejumlah izin khusus dan membayar sejumlah pajak dan biaya berulang. Tahap ini pada gilirannya mampu melipatgandakan biaya kepemilikan mobil itu sendiri.

 

Keenam, polusi dan air yang Anda hirup. Hong Kong menjadi terkenal karena tingginya tingkat polusi udara sehingga pemerintahnya melakukan pembatasan emisi. Hal ini menunjukkan hasil karena sejak 1999 hingga 2016, Hong Kong telah membatasi kadar oksida nitrogen sebesar 56% dan partikel halus – yang dikenal dengan PM2.5 sebanyak 52%.

Sementara di Singapura, walaupun menetapkan standar emisi kendaraan yang ketat, terkadang ada gangguan dari perbatasan seperti kabut sebagai efek kebakaran hutan di Indonesia. Singapura melaporkan kualitas udara baik atau sedang sekitar 87,5% pada 2015. Angka tersebut lebih rendah dari posisi tahun sebelumnya sekitar 97%. Sedangkan Hong Kong melaporkan 247 hari udara bersih untuk 67% pada 2016.

 

 

Ketujuh, pendidikan dan perawatan Anak. Biaya sewa untuk sekolah swasta dihitung sebagai biaya terbesar di setiap kota. Uang sekolah untuk siswa sekolah menengah baru di Singapore American School sekitar US$36.200 apabila siswa ini berasal dari non-Amerika. Sementara, di American School Hong Kong, dengan kondisi yang sama, perlu membayar sekitar US$25.200.

Kebanyakan keluarga muda juga akan menyewa pekerja rumah tangga untuk membantu. Upah minimum untuk pekerja semacam ini di Hong Kong saat sekitar US$550 per bulan. Di Singapura, upah untuk pelayan dan pengasuh setara dengan US$400 per bulan.  

 

Tag : ekonomi
Editor : Maria Yuliana Benyamin

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top