Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kualitas Denim Lokal Tak Kalah Bersaing

Geliat fesyen Tanah Aair tak pernah sepi peminat. Setiap waktu di tengah perkembangan zaman, makin banyak orang yang menaruh perhatian terhadapa penampilan. Hal tersebutlah yang membuat roda industri fesyen tak pernah tersendat.
Ramdha Mawaddha
Ramdha Mawaddha - Bisnis.com 21 Oktober 2017  |  06:52 WIB
Celana denim - Suessewing.co.uk
Celana denim - Suessewing.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA-- Geliat fesyen Tanah Aair tak pernah sepi peminat. Setiap waktu di tengah perkembangan zaman, makin banyak orang yang menaruh perhatian terhadapa penampilan. Hal tersebutlah yang membuat roda industri fesyen tak pernah tersendat.

Sejak puluhan tahun silam, dunia mode dunia mengenal berbagai macam tren fesyen, mulai dari baju, celana, hingga ragam aksesori. Tak terkecuali dengan kemunculan celana denim yang hingga detik ini masih banyak digunakan bahkan kian marak.

Tak hanya desainer kelas atas, tren ini juga direspon oleh penggiat mode Tanah Air. Salah satunya adalah

Kholid Abrori Ahda akhirnya tertarik dan memuat merek celana denim Wingman Denim pada 2012 di Bandung.

Berawal dari pengalaman pribadinya yang kesulitan mencari celana denim, Kholid yang belum pernah mengecap dunia fesyen percaya diri mengeluarkan merek denim lokal yang tak kalah bersaing dengan produk produk impor.

Beragam kelebihan pun coba ditawarkan Kholid, mulai dari bahan kualitas terbaik hingga desain dan ukuran yang dapat disesuaikan dengan keinginan pembeli.

Kesuksesan Kholid sejalan dengan tren celana denim yang memang semakin menggeliat. Kini, Wingman Denim pun tak hanya terkenal di Indonesia, tapi juga diekspor ke negara lainnya seperti Malaysia, Singapura, Australia bahkan Eropa.

"Kami bemberikan kualitas produk yang bersaing dengan harga yang lebih terjangkau dan mebangun kedekatan personal dengan pelanggan," kata Kholid.

Dengan pengalaman bergelut di industri denim, Kholid pun selalu percaya bahwa karya anak Indonesia mampu bersaing di negeri ini bahkan di luar negeri seperti yang dilakukan Wingman Denim.

Menurut Kholid, dulunya celana jeans hanyalah sebuah celana yang sekadar pakai sehari-hari. Namun banyak orang yang tidak peduli dengan bahan atau pencucian yang digunakan.

Kendati demikian, saat ini tren celana denim kian berubah. Masyarakat tak lagi sekadar membeli, tetapi menginginkan personalisasi pada celana yang dikenakan.

Jika anda menggunakan bahan denim setiap hari, maka akan tercipta efek pudar pada bagian bagian tertentu dari jeans anda, seperti pada bagian belakang lutut, paha, kantong belakang, dan kantong depan. Efek pudar yang terjadi pada celana anda akan berbeda dengan efek pudar yang terjadi pada celana orang lain. Walaupun anda menggunakan celana yang sejenis tapi hasil akhirnya akan berbeda.

"Tren ini begitu mudah menular karena setiap pengguna bahan denim akan memiliki cerita dan efek pudar yang berbeda dari pengguna lainnya. Kami yakin tren ini akan terus meluas seiring dengan rasa penasaran dari mereka yang belum pernah mencoba," kata Kholid.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

celana jeans
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top