Kelelahan Berisiko Picu Terserang Penyakit Jantung

Perempuan dikenal dengan kemampuannya melakukan multitasking.
Nindya Aldila | 25 Desember 2017 17:11 WIB
Ilustrasi - Digitaltrends

Bisnis.com JAKARTA -- Perempuan dikenal dengan kemampuannya melakukan multitasking.

Namun, risiko kelelahan juga mengundang risiko penyakit jantung pada seorang ibu, terutama para ibu bekerja.

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Amiliana Mardiani Soesanto dari Departemen Kardiologi & Kedokteran Vaskuler FKUI mengatakan sebenarnya risiko perempuan untuk terkena serangan jantung koroner lebih rendah dibanding dengan laki-laki.

Hal ini karena perempuan memiliki hormon estrogen yang dapat melindungi diri dari penyakit jantung koroner dan stroke.

Namun, semakin usia bertambah, jumlah hormon dalam tubuh juga berkurang, terutama saat memasuki usia menopause.

Namun, data menyebutkan bahwa penyakit kardiovaskuler, termasuk di dalamnya adalah penyakit jantung koroner, menjadi salah satu penyakit paling mematikan bagi perempuan di dunia.

Menurut data World Heart Federation, penyakit kardiovaskuler menjadi penyebab kematian 1 dari 3 perempuan di dunia.

Setiap tahunnya, 3,3 juta perempuan meninggal akibat penyakit kardiovaskuler. Di Australia, menurut hasil laporan ‘Cardiovascular Risk and Diseases in Australia Women’, penyakit jantung menjadi penyebab kematian tertinggi pada perempuan di benua tersebut, mencapai angka lebih dari 31.000 kematian setiap tahunnya.

“Sayangnya, karena rendahnya risiko terkena penyakit jantung koroner, perempuan cenderung mengabaikan kondisi kesehatannya. Apalagi jika ia adalah ibu bekerja yang waktunya banyak digunakan untuk mengurus keluarga dan pekerjaannya," kata Syahlina, seperti dikutip dari siaran pers, Senin (25/12).

Padahal saat umur sudah bertambah dan hormon berkurang jumlahnya, lanjutnya, perempuan akan lebih rentan terkena penyakit berbahaya, salah satunya adalah penyakit jantung koroner.

Menurut beberapa penelitian yang diadakan mengenai perempuan dan penyakit jantung, risiko perempuan untuk terkena penyakit semakin meningkat.

Seperti penelitian yang diadakan oleh Women’s Health Study yang hasilnya menyebutkan bahwa adanya hubungan antara perempuan yang bekerja di tempat dengan tingkat stres tinggi dengan risiko penyakit jantung.

Sementara menurut hasil penelitian dari Ohio State University, perempuan yang menjalani jam kerja lebih dari 40 jam seminggu semakin tinggi risikonya terkena penyakit jantung.

Risiko semakin meningkat pada perempuan yang harus menyeimbangkan peran-perannya, misalnya sebagai ibu, istri, dan perempuan pekerja.

Tag : penyakit jantung
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top