Baju Kurung Payakumbuh & Batik Trenggalek di Fashion Scout London

Lima desainer Modest Indonesia tampil di Fashion Scout London,Inggris di antaranya Tuty Abid yang mengusung tema Basiba, baju kurung khas daerah Payakumbuh, Sumatra Barat yang mengunakan kain tenun Balai Panjang Payakumbuh.
Newswire | 15 Februari 2018 08:09 WIB
Tuty Abid yang mengusung tema Basiba, baju kurung khas daerah Payakumbuh, Sumatra Barat. - JIBI Photo

Bisnis.com, JAKARTA - Lima desainer Modest Indonesia tampil di Fashion Scout London,Inggris di antaranya Tuty Abid yang mengusung tema Basiba, baju kurung khas daerah Payakumbuh, Sumatra Barat yang mengunakan kain tenun Balai Panjang Payakumbuh.

"Saya berharap busana Indonesia dengan keindahan wastranya bisa diterima di masyarakat internasional," ujar Tuty Abid kepada Antara usai acara konperensi pers digelar Modest Fashion Designer sebelum menjelang keberangkatan menuju London di Jakarta,Rabu malam (14/2/2018) yang juga dihadiri Istri Wali Kota Payakumbuh Henny Zubir.

Dalam acara Fashion Scout London, selain Tuty Abid, juga terdapat desainer Indonesianya yaitu Jeny Tjahyawati, Ratu Anita Soviah, Lia Afif, Aisyah Rupindah Chan yang akan tampil dalam peragaan busana rangkaian London Fashion Week. Kelima desainer tersebut telah lulus kurasi House of MEA agensi desainer berbakat baik dari Asia maupun Timur Tengah.

Terinspirasi dari bunga Loppo, desainer Jeny Tjahyawati memamerkan koleksi modern, elegan, dan bernuansa etnik.

"Saya akan membawa bunga Loppo yang artinya bunga besar lewat tenun Sulawesi Selatan," Jeny Tjahyawati yang merinci koleksinya meliputi bordir, manik-manik, swarowsky dengan bentuk siluet A. Sementara desainer Ratu Anita Soviah membawa koleksi darimerk/ brand pribadinya, Lentera.

"Saya membawa kain jumputan dari Palembang dengan pewarnaan alam seperti dari kulit jengkol, mangga, kunyit, jahe yang dibuat selama tiga bulan," ujar Ratu.

Warna-warna pastel menjadi pilihan Ratu yang berkesan alam klasik dan alami.

Desainer lain yang tampil di London fashion Scout adalah Lia Afif, dengan koleksi natural dan elegan busana muslim bertema Dhandaka Turqa gabungan bahasa Sanskerta dan Inggris.

Dhandaka berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya puisi sedangkan Turqa bahasa Inggris merupakan turunan dari Turquoise. Koleksi Lka Afif mengangkat kain batik Trenggalek bercerita tentang budaya keaslian dan warisan nenek moyang. Sementara itu, desainer Aisyah Rupindah Chan akan mengangkat tema Sikok dengan koleksi busana syar'i bergaya elegan dan feminin.

"Saya mengangkat batik Jambi berjudul Sikok yang artinya satu. Looks yang akan ditampilkan adalah ‘victorian looks’ dengan dominan warna peach dan abu," ujar Aisyah.

Sumber : Antara

Tag : desainer
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top