Berikan 'Pelukan' Untuk Bipolar

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia Jakarta (PDSKJI Jaya) mengatakan, dalam menyongsong Hari Bipolar Sedunia tema yang diambil adalah Hug, Help, Solve The Puzzle untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dengan simbol boneka Hugi.
Asteria Desi Kartika Sari | 20 Maret 2018 17:23 WIB
Bipolar - wikipedia

Bisnis.com, JAKARTA -- Dukungan keluarga, kerabat maupun teman adalah hal terpenting sebagai upaya pemulihan seseorang dengan gangguan bipolar. Hak tersebut dinilai dapat memberikan harapan positif dan memberikan rasa percaya diri.

Pasalnya, lingkungan juga dapat mendukung dan mendorong dalam membuat perencanaan aktivitas menyenangkan dengan target realistis.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia Jakarta (PDSKJI Jaya) mengatakan, dalam menyongsong Hari Bipolar Sedunia tema yang diambil adalah Hug, Help, Solve The Puzzle untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dengan simbol boneka Hugi.

"Melalui tema tersebut secara metafora ingin menggambarkan bagaimana orang dengan gangguan bipolar sangat membutuhkan 'pelukan' atau dukungan dari keluarga dan lingkungan," katanya, Selasa (20/3/2018).

Dia mengatakan dukungan keluarga sangat dibutuhkan terutama saat mengalami episode manik atau depresi berat. Pasalnya menurutnya kesendirian justru dapat menimbulkan efek negatif, lebih fatal lagi dapat mengakibatkan bunuh diri.

Melalui kehangatan dari keluarga dan teman diharapkan dapat membantu melakukan deteksi dini dan mendukung seseorang dengan bipolar untuk melakukan pengobatan.

"Sudah saatnya memutuskan stigma bahwa berobat di psikiater adalah hal yang stigmatis, tetapi justru menjadi solusi bagi warga yang mengalami masalah kejiwaan," katanya.

Tag : bipolar, kesehatan
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top