Instruktur Zumba, Pilihan Karir yang Cocok untuk Perempuan

Apakah wanita benar-benar memiliki keharusan untuk memilih antara sebagai full-time karir profesional dan merawat keluarga?
Mia Chitra Dinisari | 30 Maret 2018 15:22 WIB
Tari zumba - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Apakah wanita benar-benar memiliki keharusan untuk memilih antara sebagai full-time karir profesional dan merawat keluarga?

Meskipun ini sudah abad ke-21, di masyarakat, wanita yang memilih karir, pada akhirnya masih sering diharapkan untuk berperan baik sebagai seorang ibu, anak perempuan yang mengurus keluarga, atau saudara perempuan yang merawat saudara kandungnya di rumah.

Solusi keuangan? Menikah atau menyerahkan hal tersebut pada pria. “Bagaimana caranya agar perempuan dapat melakukan keduanya sekaligus?,” mereka mungkin diharapkan untuk berada di kantor dari jam 9 sampai 5 sore.

Namun, kini keadaannya telah berubah, dimana karir tidak hanya untuk pekerja kantoran. Perempuan, atau bahkan siapapun, dapat membangun karir yang sukses tanpa harus menghabiskan 9 jam sehari di depan meja. Kunci kesuksesan tidak dilihat dari berapa jam yang kamu habiskan sehari, namun seberapa banyak dedikasi yang anda kerahkan dalam usaha Anda.

Hal ini pun sempat menjadi dilema bagi Sandra Bella Nirvana, seorang Zumba Instructor Network atau instruktur Zumba yang sekaligus seorang pendiri dari Nirvana Life Indonesia.

Sandra Bella, yang berumur 30 tahun, mendirikan Nirvana Life Indonesia, penyedia jasa Trainer di Perusahaan – Perusahaan BUMN dan Swasta di Indonesia sejak 2016 miliknya sendiri.

“Saya pernah mengalami masa-masa sulit di hidup saya saat saya bekerja sebagai Managing Director di sebuah perusahaan dan dalam waktu yang bersamaan saya harus merawat ibu saya yang sedang berjuang melawan kanker. Saat itu saya membutuhkan sebuah pekerjaan yang dapat mendukung finansial saya dan ibu, namun bekerja full-time mengharuskan saya meninggalkan ibu saya, yang seharusnya saya selalu ada disampingnya,” ujar Sandra. “Saya juga merasa kurang percaya diri dengan berat badan saya saat itu, yang membuat saya lebih stress.” ujarnya dalam siaran persnya.

Orang terdekatnya lah yang akhirnya mengenalkannya dengan salah satu tempat gym di Jakarta untuk menghilangkan stress, menurunkan berat badan, sekaligus memperluas pertemanan saya untuk keperluan bisnis.

“Awalnya, saya juga berpikir bahwa ini kesempatan yang baik untuk memperluas jaringan bisnis saya. Namun, rasanya seperti ada secercah harapan. Saya ingin menjadi instruktur yang seperti itu,” ujar Sandra.

Instruktur yang dimaksud adalah Olivia Febriani, seorang Zumba® Education Specialist (ZES) di Indonesia. Dia tidak hanya seorang instruktur yang baik, namun sebagai seorang ZES, ia memiliki tanggung jawab untuk mensertifikasi atau mengajar instruktur Zumba® baru.

“Dia sosok yang menginspirasi bagi saya. Mulai dari gerakan dia saat mengajar kelas Zumba®, sampai menjadi seorang ZES, Olivia lah yang telah memotivasi dan mengajak saya untuk menjadi seorang instruktur,” lanjut Sandra.

Mengambil tantangan tersebut, Sandra berlatih secara intensif, dan usahanya pun berbuah hasil. Sandra pun berhasil menurunkan 40kg sekaligus mendapatkan sertifikat mengajar dari Zumba® di tahun 2014.

“Melalui karir saya di Zumba®, tidak hanya membantu dari segi finansial untuk saya dan keluarga, namun juga dapat menyeimbangan antara kesehatan dan kehidupan personal; mengajar kelas Zumba® dan marawat ibu saya. Ini rasanya seperti hobi yang dibayar,” Sandra menambahkan.

Seperti Sandra, kebanyakan instruktur Zumba® memilih mengajar sehari 2 sampai 3 kali, yaitu pagi jam 9, sore jam 5 dan malam jam 7 dengan banyak pilihan waktu dan lokasi. Dengan waktu mengajar yang hanya memakan waktu satu jam, banyak waktu luang yang perempuan dapat manfaatkan untuk mengurus keluarga ataupun melakukan hobi atau pekerjaan lain. Contohnya, Sandra pernah bertemu seorang instruktur Zumba® yang juga seorang pengendara ojek online.

“Saya tidak pernah merasa begitu termotivasi sepenuhnya sepanjang hidup saya. Setelah saya berkeliling ke beberapa negara, di Asia, Eropa, China dan Australia. Saya memiliki tim saya sendiri. Saya memiliki banyak waktu luang untuk saya, keluarga dan teman – teman saya. Dan yang lebih menariknya lagi, bukan hanya saya yang merasakan kebahagiaan ini. Ini adalah hidup dari seluruh member ZIN™ dan ZES yang pernah saya temui.”

Tag : zumba dance
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top