Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Olahraga Kardio Bisa Jadi Senjata Melawan Kanker?

​Perjalanan melawan kanker memiliki kemungkinan besar membuat pasien menjadi lebih lemah dan lebih mudah lelah, serta efek samping pengobatan yang membuat kegiatan fisik menjadi lebih sulit. 
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 24 Februari 2022  |  08:48 WIB
Olahraga Kardio Bisa Jadi Senjata Melawan Kanker?
Olahraga zuma
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Global Burden of Cancer Study memaparkan bahwa kasus dan kematian karena kanker di Indonesia meningkat hingga 8.8%, dengan kanker paru, kanker payudara dan kanker serviks sebagai tiga jenis kanker yang paling umum diderita oleh pasien.

Angka tersebut terus meningkat dari tahun ke tahun, baik dari angka kasus baru maupun kematian akibat kanker.

Perjalanan melawan kanker memiliki kemungkinan besar membuat pasien menjadi lebih lemah dan lebih mudah lelah, serta efek samping pengobatan yang membuat kegiatan fisik menjadi lebih sulit. 

Sara Mansfield, M.S., cancer exercise trainer bersertifikat di Mayo Clinic Healthy Living Program, mengatakan aktivitas fisik dapat membantu orang sebelum, selama, dan setelah perawatan kanker. “Keluarga maupun orang terdekat mungkin mendesak seseorang dengan diagnosis kanker untuk beristirahat. Tetapi, itu dapat menyebabkan penurunan fungsional.”

Menurut Sara Mansfield, M.S., pedoman aktivitas fisik untuk penderita kanker serupa dengan yang direkomendasikan untuk semua orang: 150 menit aktivitas intensitas sedang atau 75 menit aktivitas intensitas tinggi setiap minggunya. Namun, setiap pasien diharuskan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang menanganinya.

Bagaimana pun, dibutuhkan sejumlah aktivitas fisik untuk memelihara masa otot tanpa lemak dan memberikan rasa nyaman dan bahagia secara emosional. Kegiatan dan latihan fisik seperti Zumba bukan hanya dapat membantu pasien untuk melawan gejala-gejala yang timbul, namun juga dapat memperbaiki kesejahteraan emosional pasien dan mengurangi risiko terjadinya masalah kesehatan yang lain, seperti misalnya penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes dan osteoporosis.

“Peningkatan olahraga kardio bagi pasien kanker yang menjalani kemoterapi dan radiasi bisa menjadi faktor dalam peningkatan kualitas hidup. Olahraga kardio bekerja melibatkan dua sistem yang berjalan bersama satu sama lain pada pasien kanker, yaitu jantung dan sistem peredaran darah serta sistem pernapasan” jelas Dra. Tri Iswardani, M.Si, Psikolog, Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah Jakarta (Himpsi Jaya).

Hal ini serupa dengan yang dijabarkan oleh Dra. Tri Iswardani, M.Si, Psikolog, yang mengatakan dengan melibatkan antara gerak dan lagu yang menyenangkan.

"Zumba dapat meningkatkan suasana hati dan mempererat hubungan sosial bila dilakukan bersama-sama. Selain itu, Zumba juga dapat menjaga pikiran tetap tajam, meningkatkan harga diri (self-esteem), meningkatkan keterampilan sosial, mengurangi kesepian, meringankan depresi, menurunkan kecemasan dan meningkatkan daya ingat.” paparnya.

Di tengah momen Hari Kanker Sedunia, Denada Tambunan, penyanyi sekaligus Brand Ambassador Zumba® di Indonesia ingin menyadarkan masyarakat bahwa olahraga kardio dapat menjadi salah satu senjata rahasia melawan penyakit kanker.

“Mereka yang telah didiagnosis menderita kanker mungkin akan merasa sulit untuk berolahraga, hal itu memang wajar. Tetapi, kita perlu sadar dan memahami bahwa olahraga secara teratur dapat meningkatkan kesehatan fisik, mental dan emosi Anda,” jelas Denada Tambunan.

 “Zumba merupakan olahraga yang menyenangkan karena suara musik yang lantang dan gerakan yang dinamis, kombinasi irama Internasional dan Latin menciptakan suasana layaknya berpesta. Sambil bersenang-senang, mereka juga membakar kalori dan meningkatkan fleksibilitas. Manfaat olahraga Zumba® bisa dirasakan setelah dilakukan secara rutin, jadi alangkah lebih baik apabila kita menjadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari,” tutup Denada Tambunan.

Evelyn Liem, seorang penyintas kanker payudara dan pecinta Zumba® bercerita bahwa menjalani kemoterapi atau terapi radiasi memiliki cukup banyak efek samping bagi pasien. Tetapi berdasarkan pengalamannya, dengan membuat perubahan sederhana dan adaptasi, tingkat kelelahan maupun efek samping dari kemoterapi dapat berkurang secara signifikan.

“Pengobatan kanker yang aku jalani terasa lebih menyenangkan bersama Zumba®. Zumba® memberi harapan dan kekuatan untuk terus menjalani hidup karena aku merasakan bahagia setiap selesai mengikuti kelas. Gerakan menari dalam Zumba® serta musik yang digunakan mampu membuat aku terus bersemangat. Selain itu, mengikuti kelas Zumba® bersama teman-teman membantu meningkatkan aura positif yang memang diperlukan dalam perjuangan melawan kanker,” ujar Evelyn.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker zumba dance
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan
Konten Premium

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top