Katy Perry dan Taylor Swift Akhirnya Berbaikan

Perselisihan antara Katy Perry dan Taylor Swift tampaknya akan berakhir setelah Perry mengirimkan cabang pohon zaitun kepada penyanyi asal AS itu.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 09 Mei 2018  |  13:20 WIB
Katy Perry dan Taylor Swift Akhirnya Berbaikan
Taylor Swift (kiri) dan Katy Perry. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Perselisihan antara Katy Perry dan Taylor Swift tampaknya akan berakhir setelah Perry mengirimkan cabang pohon zaitun kepada penyanyi asal AS itu.

Dalam akun Instagramnya, Swift mengunggah video yang menunjukkan adanya paket dari Perry. Seperti dilansir dari Reuters, Rabu (9/5/2018), paket tersebut disertai dengan sebuah surat dari Perry.

Swift juga memberikan caption bertulisan "Thank You Katy" dan dua emoji hati dalam video itu.

"Saya baru saja sampai ruang ganti dan menemukan cabang pohon zaitun asli ini. Ini sangat berarti untuk saya," ujarnya.

Cabang pohon zaitun merupakan sebuah simbol tradisional yang melambangkan perdamaian. Adapun surat dari Perry berisi ajakan untuk berbaikan.

"Hey teman lama, saya sudah melakukan refleksi mengenai miskomunikasi yang terjadi dan perasaan sakit hati antara kita berdua," tuturnya.

Dua penyanyi ternama ini tidak akur sejak empat tahun lalu karena adanya perselisihan mengenai penari latar. Bahkan, hal ini turut tergambarkan dalam karya-karya mereka.

Lagu "Bad Blood" milik Swift yang keluar pada 2014 diyakini ditujukan kepada Perry. Sementara itu, lagu "Swish Swish" yang dinyanyikan Perry pada 2017 disebut sebagai sebuah lagu yang cocok digunakan ketika seseorang mencoba melakukan perisakan atau membuat orang lain tertekan.

Ini merupakan kali kedua upaya Perry untuk berbaikan dengan penyanyi yang usianya lima tahun lebih muda itu. Sekitar setahun lalu, dia sempat meminta maaf atas perilakunya terdahulu dan menyebut Swift sebagai penyanyi yang luar biasa.

Namun, saat itu Swift tidak membalas pernyataan tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
katy perry, Taylor Swift

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top