Kalangan Muda Makin Gemar Jazz, Dwiki Darmawan Angkat Bicara

Dari semenjak kemunculannya, musik jazz lahir menjadi aliran musik yang dinikmati oleh kalangan elite yang dominan adalah orang tua. Namun seiring dengan inovasi dan karakteristik improvisasinya yang terus berkembang, musik jazz semakin dikenal luas di berbagai kalangan, terutama anak muda.
Eva Rianti | 05 Juni 2018 12:34 WIB
Maysa Leak dan The Brian Simpson Band di BNI Java Jazz Festival 2018, Jumat (2/3/2018). - Bisnis/Ilman

Bisnis.com, JAKARTA – Dari semenjak kemunculannya, musik jazz lahir menjadi aliran musik yang dinikmati oleh kalangan elite yang dominan adalah orang tua. Namun seiring dengan inovasi dan karakteristik improvisasinya yang terus berkembang, musik jazz semakin dikenal luas di berbagai kalangan, terutama anak muda.

Musisi Dwiki Darmawan menuturkan, musik jazz aslinya berasal dari ekspresi tangisan kaum budak belian yang bekerja di perkebunan-perkebunan kapas di Amerika Serikat. Di sela-sela kerjanya, mereka melantunkan nuansa musik sebagai jeritan dari kepedihan hati sehari-hari sebagai manusia yang diperbudak.

Dari situlah, menjelma menjadi sebuah aliran musik yang dikenal dengan musik jazz yang konon digemari oleh para kaum elite atau dominan orang tua dan dipopulerkan oleh kalangan orang-orang hitam dari Afrika.

“Di AS, penontonnya lebih banyak kalangan berusia di atas 35 tahun. Sementara kalau kita lihat di Indonesia yang datang ke festival jazz lebih banyak kalangan anak muda,” tutur Dwiki kepada Bisnis.

Menurut Dwiki, munculnya para penggemar musik jazz dari kalangan anak muda lebih cenderung karena tren dan gaya. Para anak muda menonton musik jazz bisa jadi karena benar-benar memahami dan menyukai musik jazz, atau hanya sekadar untuk dianggap gaul.

Seiring dengan meningkatnya musisi ataupun penggemar musik jazz di Indonesia, saat ini telah ada 60 titik festival jazz di Tanah Air yang bisa dinikmati

Tag : jazz
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top