Tren Cadar, Stylish dan Laris Manis

Melihat wanita bercadar bukanlah pemandangan baru. Bahkan beberapa tahun terakhir ini, para wanita bercadar semakin terlihat banyak dan berkembang. Bukan sekedar meningkatnya komunitas para wanita bercadar, kini cadar menjadi salah satu tren dalam dunia fesyen.
Eva Rianti | 11 Juni 2018 07:47 WIB
Koleksi cadar Taqiya - Instagram @Taqiya_id

Bisnis.com, JAKARTA – Melihat wanita bercadar bukanlah pemandangan baru. Bahkan beberapa tahun terakhir ini, para wanita bercadar semakin terlihat banyak dan berkembang. Bukan sekedar meningkatnya komunitas para wanita bercadar, kini cadar menjadi salah satu tren dalam dunia fesyen.

Banyaknya peminat cadar tak ayal mendorong terlahirnya inovasi-inovasi baru dari para desainer fesyen muslimah, salah satunya Diana Nurliana, pendiri brand “Taqiya”. Taqiya menjadi brand terbarunya yang khusus untuk melahirkan produk-produk muslimah bercadar setelah sebelumnya sukses membangun brand busana muslim “Kara Indonesia”.

Perempuan yang telah menggeluti dunia fesyen sekitar 7 tahun ini bercerita bahwa Taqiya baru saja diluncurkan pada Maret 2018 dengan menawarkan berbagai macam keperluan cadar (dalam bahasa Arab: niqob) dan dress untuk para niqobis. Tak disangka, permintaan dari para konsumen ternyata sangat tinggi.

“Proses produksi yang memakan waktu berminggu-minggu saat di-launching untuk dijual habis dalam hitungan jam,” kata Diana ketika meluncurkan koleksi Taqiya terbaru berdasarkan keterangan tertulis yang diterima oleh Bisnis baru-baru ini.

Dilansir dari akun instagramnya @Taqiya_id, ada beberapa model koleksi niqab set yang ditawarkan kepada konsumen. Seperti niqab set berbentuk pashmina, niqab set berbentuk segi empat, dan niqab set berbentuk khimar instan. Ketiga niqab set ini dirancang sesuai dengan kebutuhan para pelanggannya.

Uniknya, warna pada cadar yang ditawarkan bukan hanya berwarna hitam, melainkan warna-warni. Ini menjadi salah satu daya tarik bagi para konsumen. Di samping itu, inovasi ini juga dapat mematahkan anggapan masyarakat tentang wanita bercadar itu menyeramkan dengan warna khasnya hitam.

Diana menjelaskan, hal yang menjadi acuannya dalam berkarya dan menghasilkan produk ialah keyakinan bahwa fesyen yang dipahaminya tidak lain yang melindungi perhiasan wanita dengan menutupinya dan tidak membentuk lekuk tubuh, tidak menerawang, dan tidak berlebihan.

“Menurut keyakinan saya [Islam], sudah diatur fesyen kami sebagai muslimah yaitu yang sesuai syariat. Itu yang menjadi acuan saya dalam berkarya,” jelasnya.

Tag : fesyen, cadar
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top