BOX OFFICE: Film Terbaru The Rock Dipecundangi ‘Hotel Transylvania 3’

Akhir pekan lalu menjadi mimpi buruh bagi aktor papan atas Dwayne Johnson. Film terbarunya Skyscraper tak berdaya di tangga box office, dan harus mengakui keunggulan film animasi Hotel Transylvania 3.
Ilman A. Sudarwan | 16 Juli 2018 19:18 WIB

Bisnis.com, LOS ANGELES—Akhir pekan lalu menjadi mimpi buruk bagi aktor papan atas Dwayne Johnson. Film terbarunya Skyscraper tak berdaya di tangga box office, dan harus mengakui keunggulan film animasi Hotel Transylvania 3.

Film dengan judul lengkap Hotel Transylvania 3: Summer Vacation tersebut memuncaki tangga box office domestik Amerika Utara dengan pendapatan sejumlah US$44 juta dari penayangannya di 4.267 layar.

Sementara itu, dari luar kawasan domestik Amerika, film yang diproduksi oleh Sony tersebut berhasil meraup pendapatan sejumlah US$46,4 juta. Dengan tambahan tersebut, pendapatan total secara global pada pekan pertamanya menjadi US$100 juta.

Presiden Distribusi Sony Josh Greenstein mengatakan bahwa dirinya sangat puas dengan capaian film yang ditaksir menghabiskan biaya produksi senilai US$100 juta tersebut. “Kami berhasil meraih posisi puncak dengan persaingan yang begitu ketat,” katanya dikutip dari Reuters, Minggu (16/7) waktu setempat.

Greenstein mengatakan, pihaknya mengharapkan jumlah penonton film tersebut dapat terus meningkat seiring dengan masa liburan sekolah anak di kawasan Amerika Utara. Seri ketiga keluarga vampir tersebut berbeda dengan para pendahulunya yang ditayangkan pada sekitara September.

Sementara itu, film Skyscraper dengan pendapatan US$25,5 juta dari 3.782 layar rupanya bahkan tak cukup kuat untuk menduduki peringkat ketiga box office. Mereka harus merelakan kuris tersebut kepada Ant-Man and The Wasp yang meraup US29,5 juta dari 4.206 layar.

Skyscraper harus puas duduk di posisi ketiga dengan realisasi pendapatan yang jauh di bawah proyeksi para analis tersebut. Film ini menjadi film dengan debut terburuk yang pernah dibintangi oleh Johnson dalam beberapa tahun ke belakang.

Film ini juga diketahui menelan biaya produksi yang cukup tinggi, yakni US$125 juta. Kepala Distribusi Domestik Universal Jim Orr mengatakan bahwa, film tersebut akan sangat menggantungkan nasibnya pada pasar internasional untuk meraup keuntungan.

“Hasil yang kami dapat di bioskop domestik adalah bagian dari pemutaran global yang lebih besar. Saya pikir, kami akan mendapatkan hasil yang baik. Tidak semuanya bergantung pada pekan pertama saja,” katanya.

Sumber : Reuters

Tag : box office
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top