19 Desainer dan Label Fesyen Ramaikan Pekan Mode Pria Plaza Indonesia

Plaza Indonesia kembali menggelar Men's Fashion Week untuk kesembilan kalinya. Kali ini, pekan mode pria satu-satunya di Indonesia ini akan digelar pada 24-29 September 2018 di The Warehouse level 5 Plaza Indonesia.
Asteria Desi Kartika Sari | 20 September 2018 00:48 WIB
The press conference of PIMFW2018 - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA-- Plaza Indonesia kembali menggelar Men's Fashion Week untuk kesembilan kalinya. Kali ini, pekan mode pria satu-satunya di Indonesia ini akan digelar pada 24-29 September 2018 di The Warehouse level 5 Plaza Indonesia.

General Manager Marketing PT Plaza Indonesia Realty Tbk, Zamri Mamat mengatakan, industri mode tak hanya fokus pada pasar wanita. Segmen pasar pria kini juga memiliki kesadaran yang semakin tinggi terhadap fesyen.

Lewat gelaran Men's Fashion Week, Plaza Indonesia berharap masyarakat semakin memahami pergerakan tren fesyen pria.

"Kami berharap PIMFW bisa membawa industri mode pria Indonesia bisa memasuki pasar retail fesyen dalam jangkauan yang lebih luas," kata Zamri dalam konferensi pers di Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (19/8/2018).

Sebanyak 19 desainer akan berpartisipasi pada penyelenggaraan PIMFW 2018.

Desainer dan label mode yang ikut dalam pagelaran ini adalah Alleira Batik kolaborasi desainer Malaysia Michael Ong, Parang Kencana, Bateeq, Marks & Spencer, Canali, Diesel, Patrick Owen, Rococo The Man's Store, Antony Morato, (X)S.M.L X Mario Ginanjar, Ted Baker, Project X Rigio, AMOTSYAMSURIMUDA, Rama Dauhan, Ray Alan, ALLTHETHINGSIVEDONE, No'om No'mi, dan Danjyo Hiyoji.

Keterlibatan desainer dan label tersebut juga telah melalui proses kurasi oleh tim internal Plaza Indonesia. Pada ajang tersebut, masing-masing label akan menampilkan setidaknya 30 total looks, di antaranya akan menjadi koleksi Fall/Winter 2018 dengan menampilkam gaya streetwear pria urban.

Salah satu yang menarik adalah persembahan dengan tema "Denim Culture" yang menampilkan desainer Indonesia yang didukung oleh Lee Cooper. Tema ini diangkat untuk menunjukan sejarah denim yang tak lekang oleh waktu dan masih relevan dengan pergerakan kaum muda dan masyarakat urban masa kini.

Tag : mode
Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top