Kurang Mengapresiasi Diri Sendiri Bikin Anda Depresi

Meski terdengar sepele, kurang mengapresiasi diri ternyata bisa menyebabkan seseorang menjadi depresi, karena orang itu hanya selalu melihat hal negatif saja.
Newswire | 29 September 2018 16:51 WIB
Ilustrasi apresiasi diri - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Meski terdengar sepele, kurang mengapresiasi diri ternyata bisa menyebabkan seseorang menjadi depresi, karena orang itu hanya selalu melihat hal negatif saja.

Psikolog dan psikoterapis, Henny E Wirawan mengatakan mengapresiasi diri sendiri membawa pengaruh dalam kehidupan sosial.

Dikatakan, orang yang lebih bisa menghargai diri sendiri akan lebih mudah mengapresiasi orang lain, sehingga mendatangkan nilai-nilai positif.

"Kalau mereka mengapresiasi diri sendiri, mereka akan optimal di kantor, keluarga dan akhirnya bisa mengapresiasi orang lain, dan menjadi inspirasi buat orang lain," ujar Henny saat berbincang di Jakarta.

Henny mencontohkan, orang yang tidak mengapresiasi diri sendiri biasanya tidak mengetahui kelebihan yang dimiliki. Mereka cenderung hanya meratapi kekurangannya saja.

"Biasanya yang dia tahu jeleknya semua sampai harus dipancing bagusnya apa. Artinya mereka harus menelusuri lebih dalam apa yang lebih darinya dan ciri khasnya. Dari sini yang bagus akan di upgrade, sementara yang negatifnya dihilangkan atau berkurang," papar Henny.

"Karena kalau dia terus-menerus melihat selalu negatif, dia akan terus meratapi diri dan menutup diri, sehingga akan ada tindakan seperti bunuh diri. Orang seperti ini akan gampang bunuh diri," lanjut dia.

Mengapresiasi diri sendiri bisa dimulai dari hal yang paling sederhana, misalnya saja merawat tubuh. Orang yang peduli dengan tubuhnya sendiri sudah pasti bisa mengapresiasikan dirinya dengan baik.

"Contoh paling gampang mandi. Bangun pagi langsung mandi. Orang yang nggak jaga bau badan, nggak sisiran, apa iya dia bisa mengapresiasi dirinya sendiri. Itu paling gampang. Betapa istimewanya kita ini, masa kita mau buang-buang waktu untuk meratapi diri," tutup Henny.

Sumber : Antara

Tag : karir, psikologi
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top