Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pilih-pilih Makanan, Anak Terancam ‘Stunting’

Kondisi anak pilih-pilih makanan disebut dengan picky eater yang biasa ditemukan ketika anak memasuki masa prasekolah. Jika masalah ini terus berlanjut, anak akan mengalami gagal pertumbuhan atau stunting.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Oktober 2018  |  10:32 WIB
Ilustasi - Seorang anak makan buah dan sayur. - Istimewa
Ilustasi - Seorang anak makan buah dan sayur. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kondisi anak pilih-pilih makanan disebut dengan picky eater yang biasa ditemukan ketika anak memasuki masa prasekolah. Jika masalah ini terus berlanjut, anak akan mengalami gagal pertumbuhan atau stunting.

Picky eater bisa menjadi gejala yang merugikan kesehatan anak apabila tidak segera diatasi. Hal ini bisa membuat anak kekurangan asupan gizi yang selanjutnya menyebabkan anak mengalami gizi buruk.

Anak stunting akan lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.

Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 menunjukkan prevalensi balita stunting di Indonesia masih tinggi, yakni 29,6 % di atas batasan yang ditetapkan WHO (20%) dan menduduki peringkat kelima dengan anak gizi buruk di dunia.

Menurut Profesor Rini Sekartini, SpA, picky eater merupakan gangguan perilaku makan pada anak yang berhubungan dengan perkembangan psikologis tumbuh kembangnya.

Hal ini ditandai dengan keengganan anak mencoba jenis makanan baru (neofobia), pembatasan terhadap jenis makanan tertentu terutama sayur dan buah, dan secara ekstrem tidak tertarik terhadap makanan dengan berbagai cara yang dilakukan.

"Anak yang suka pilih-pilih makanan atau hanya mau makanan tertentu sering disebut picky eater. Sebagian besar ibu mungkin anaknya pernah mengalaminya. Anak biasanya hanya mau makan makanan tertentu, sering tutup mulut menolak makanan yang diberikan, bahkan sampai nangis terus-menerus," ujar Rini melalui keterangan resmi yang diterima, Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Picky eater juga ditandai dengan pertumbuhan tubuh terhenti, perubahan perilaku, lesu, kehilangan selera makan, dan kekurangan berat badan. Kondisi ini tentu bisa mengganggu kesehatan anak.

Sayangnya, banyak orangtua yang salah kaprah menyiasati picky eater dengan memberikan susu sebagai solusi. Padahal, susu sebetulnya hanya sebagai pelengkap.

"Setelah 6 bulan, ditambahkan MPASI (Makanan Pendamping ASI) sebagai pelengkap karena kebutuhan anak meningkat. Setelah 1 tahun anak dapat diberikan makanan keluarga, berupa nasi lauk pauk, sayur dan buah plus susu sebagai pelengkap," tutup Rini.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stunting tumbuh kembang anak
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top