Deteksi Dini Prediabetes Mendesak Rutin Digelar

Produsen makanan Nutrifood menggandeng Pemkot Semarang mengampanyekan gaya hidup sehat, terutama terkait dengan gerakan menekan potensi diabetes.
Alif Nazzala Rizqi | 07 November 2018 13:26 WIB
Pemeriksaan kadar gula darah. - Bisnis

Bisnis.com, SEMARANG – Produsen makanan Nutrifood menggandeng Pemkot Semarang mengampanyekan gaya hidup sehat, terutama terkait dengan gerakan menekan potensi diabetes.

Angka diabetes secara secara nasional cukup tinggi yakni 6,9% dari jumlah penduduk pada 2013 dan meningkat menjadi 8,5% pada 2018. Sementara untuk Jateng, jumlah penderita diabetes mencapai 2,1% dari jumlah penduduk.

Head of Marketing Nutrifood Susana mengatakan pihaknya mengajak para dokter umum puskesmas, poliklinik dan masyarakat di Kota Semarang untuk mengkampanyekan deteksi dini prediabetes, mengingat risiko penyakit diabetes yang sangat tinggi.

"Program edukasi kepada dokter-dokter umum puskesmas dan poliklinik Kota Semarang ini ke depan bisa menjadi corong perilaku hidup sehat, sehingga bisa terwujud masyarakat Semarang yang sehat dan terhindar dari prediabetes dan Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2),” kata Susan di sela-sela kampenye sadar diebetes di Semarang, Rabu (7/11/2018).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Semarang, Sarwoko Oetomo mengatakan Pemerintah Kota Semarang mengapresiasi Nutrifood atas komitmennya dalam menginspirasi masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat.

Mengingat prediabetes menyerang baik kelompok usia tua dan kelompok usia muda serta produktif, maka deteksi dini prediabetes melalui fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan menjadi sangat penting.

"Kami mengimbau dokter-dokter puskesmas maupun poliklinik, dan seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menggalakkan gerakan deteksi dini prediabetes secara terintegrasi melalui program skrining kesehatan sesuai standar," ujarnya.

Adapun, kasus prediabetes, merupakan fenomena gunung es, di mana jumlah individu yang belum terdeteksi DMT2 (termasuk prediabetes) lebih banyak dibandingkan DMT2. Oleh karena itu, prediabetes sebagai pencetus harus dapat diatasi, sehingga angka penderita DMT2 dapat ditekan.

Semenatara, untuk pertanda prediabetes secara laboratoris adalah bila kadar glukosa darah puasa 100-125 mg/dl dan atau kadar glukosa darah 2 jam post prandial 140-199 mg/dl. Dalam jangka waktu 3-5 tahun, 25% prediabetes dapat berkembang menjadi DMT2, 50% tetap dalam kondisi prediabetes, dan 25% kembali pada kondisi glukosa darah normal.

Masyarakat harus melakukan deteksi dini prediabetes dapat mencegah peningkatan prevalensi DMT2 yang berhubungan dengan peningkatan angka morbiditas (angka kesakitan), risiko progresivitas penyakit, biaya, dan mortalitas atau angka kematian meningkat akibat komplikasi DM yaitu penyakit kardiovaskular dini, gagal ginjal, katarak, saraf mata, stroke yang berakibat fatal.

Tag : diabetes
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top