Botol yang Baru Dicuci Jangan Langsung Diisi Air Minum

Spesialis mikrobiologi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Yulia Rosa Saharman SpMK mengatakan botol yang baru saja dicuci sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu dan jangan langsung diisi dengan air minum.
Newswire | 29 November 2018 09:16 WIB
Ilustrasi - Botol minuman - phys.org

Bisnis.com, JAKARTA - Spesialis mikrobiologi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Yulia Rosa Saharman SpMK mengatakan botol yang baru saja dicuci sebaiknya dikeringkan terlebih dahulu dan jangan langsung diisi dengan air minum.

Meski secara kasat mata terlihat bersih, apalagi bila selama ini hanya diisi air mineral, botol air minum juga berpotensi jadi tempat bakteri berkembang biak.

"Bakteri menyukai tempat yang lembab," ujar Yulia dalam peluncuran Scotch-Brite Bottle Cleaner di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Yulia mengemukakan terdapat riset dari peneliti di Universitas Wisconsin, Amerika Serikat, yang membandingkan kadar kuman pada botol yang dibawa mahasiswa dengan kadar kuman di dudukan toilet.

 "Ternyata, jumlah bakteri di botol lebih banyak daripada yang ada di toilet seat," ujar dia.

Cara mencegah mikroba berkembang biak di botol minum adalah mencucinya dengan benar. Hal itu bakal mengurangi jumlah bakteri, meminimalisasi risiko munculnya penyakit akibat mikroba seperti sakit perut.

Menurut Yulia, air dan sabun saja tidak cukup untuk mengeluarkan bakteri dari dalam botol. Sekadar mengocok isi botol dengan air panas juga belum cukup.

Harus ada sikat botol atau spons khusus untuk menyapu permukaan dalam botol yang sulit terjangkau dengan spons biasa.

"Terutama untuk menyikat bagian dalam, dasar botol sampai tutup botol," jelas Yulia.

Sumber : Antara

Tag : bakteri, kuman
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top