Pelajari Status Gizi Anak-Anak, Royal FrieslandCampina Luncurkan SEANUTS II

Royal FrieslandCampina, perusahaan susu global, mengumumkan dimulainya Southeast Asia Nutrition Survey II (SEANUTS II).
Maftuh Ihsan | 03 Desember 2018 21:01 WIB
Tiga anak korban gempa makan di luar tenda pengungsian, di Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2018). - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA--Royal FrieslandCampina, perusahaan susu global, mengumumkan dimulainya Southeast Asia Nutrition Survey II (SEANUTS II).

Studi ini akan mempelajari status gizi lebih dari 18.000 anak di Indonesia, Vietnam, Thailand, dan Malaysia dan menggandeng berbagai lembaga penelitian dan universitas terkemuka sebagai mitra pelaksanaan studi.

Roel van Neerbos, President of Consumer Dairy Royal FrieslandCampina, menjelaskan bahwa Informasi yang akan dikumpulkan antara lain data pertumbuhan, asupan makanan, aktivitas fisik, dan parameter biokimia anak-anak berusia enam bulan hingga 12 tahun.

"Mengingat tingkat dan besarnya kasus malnutrisi di wilayah ini, studi akan menitikberatkan pada asupan protein dan status gizi. Protein adalah zat gizi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak," ujarnya melalui keterangan resmi, Senin (3/12/2018).

Di Indonesia studi akan dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia bekerjasama dengan FrieslandCampina. Hasilnya diharapkan pada tahun 2021 dan dapat digunakan untuk mengembangkan program-program intervensi nasional, memperkaya pengetahuan ilmiah, dan mendukung kebijakan pemerintah.

Rini Sekartini, Guru Besar Bidang Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia sekaligus Ketua Tim Riset SEANUTS II Indonesia, mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik kerja sama dengan FrieslandCampina dalam studi besar yang mendalam untuk mendapatkan temuan-temuan mengenai tren pertumbuhan, kebiasaan diet, pola aktivitas fisik, pola tidur, dan status gizi anak-anak di Indonesia.

"SEANUTS pertama mengungkapkan bahwa banyak anak di Indonesia menderita masalah gizi ganda (kekurangan dan kelebihan gizi). Penelitian ini akan lebih berfokus pada kuantitas dan kualitas protein untuk mendapatkan informasi atau data yang lebih mendalam tentang kemungkinan perannya terkait dengan masalah ini, ” ujarnya.

Tag : gizi anak
Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top