Begini Cara Mengembalikan Kegembiraan Setelah Kehilangan

Kegembiraan biasanya semakin terasa jika dirasakan bersama orang-orang tersayang. Namun, ketika kita harus kehilangan orang-orang tersebut, entah karena kematian, putusnya hubungan, ataupun perpisahan, kebahagiaan itu seolah sirna. Dalam keadaan itu muncul perasaan kehilangan, sedih, duka, dan kehilangan arah.
Tika Anggreni Purba | 24 Desember 2018 01:15 WIB
Ilustrasi - Canmua

Bisnis.com, JAKARTA—Kegembiraan biasanya semakin terasa jika dirasakan bersama orang-orang tersayang. Namun, ketika kita harus kehilangan orang-orang tersebut, entah karena kematian, putusnya hubungan, ataupun perpisahan, kebahagiaan itu seolah sirna. Dalam keadaan itu muncul perasaan kehilangan, sedih, duka, dan kehilangan arah.

Bagaimana mengembalikan kegembiraan setelah melewati semua emosi menyedihkan setelah kehilangan? Berikut langkahnya dilansir Psychcentral.com:

1.       Temukan orang yang bisa dijadikan tempat untuk mencurahkan isi hati dengan jujur

Anda dapat berbicara dengan teman dekat, mentor spiritual, konselor, maupun ahli profesional ketika merasa kehilangan sukacita yang mendalam. Pastikan Anda tidak sendirian dalam menghadapi kehilangan. Kehadiran Anda sedikit banyak akan menolong Anda.

2.       Bersyukur untuk segala hal yang masih Anda miliki

Rasa syukur akan menolong Anda untuk menghargai kebaikan apa yang masih tinggal pada Anda, seperti kesehatan, tempat tinggal, pekerjaan, karier, uang, hobi, dan lain-lain. Ketika Anda sedang merasakan kesakitan emosional, bersyukur adalah sebuah cara untuk mengurangi fokus Anda terhadap kehilangan itu.

3.       Membuat rencana baru

Cobalah pikirkan langkah baru apa yang akan Anda jalani setelah kehilangan, misalnya bepergian, mengejar karier, melakukan hobi, dan sebagainya. Rencanakan kembali semuanya mulai dari destinasi atau aktivitas apa yang akan Anda kerjakan untuk melupakan kesedihan.

4.       Keluar dari kesedihan, dan dari rumah Anda juga

Berdiam diri di rumah sambil meratapi keadaan tidak akan mengubah suasana hati. Anda perlu berinteraksi dengan orang lain, sekalipun keinginan Anda sebetulnya mengisolasi diri dari keramaian. Berinteraksi dengan orang lain akan mengurangi sedikit kesedihan dan pikiran negatif Anda.

Waktu memang tidak menyembuhkan luka Anda, tetapi luka Anda membutuhkan waktu untuk sembuh. Jadi, bersabarlah dan tetaplah berjuang untuk pulih.

Sumber : Psychcentral.com

Tag : psikologi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top